Jakarta (ANTARA) - PT Timah (Persero) Tbk membagikan dividen sebesar Rp656,8 miliar kepada para pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025, atau setara dengan 50 persen dari total laba bersih perusahaan yang mencapai Rp1,31 triliun.
"Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja positif yang berhasil dibukukan perseroan," ujar Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk Restu Widiyantoro dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Keberhasilan tersebut, lanjut dia, merupakan hasil dari upaya PT Timah meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang terus berkembang.
Keputusan pembagian dividen ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Jumat.
Pembagian dividen ini menjadi wujud komitmen PT Timah dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham seiring dengan kinerja positif yang berhasil dicapai sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, sebesar 50 persen laba bersih atau sekitar Rp656,8 miliar ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Pada 2025, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp11,55 triliun atau naik 6,41 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp10,86 triliun. Laba usaha tercatat sebesar Rp1,91 triliun dengan EBITDA mencapai Rp2,76 triliun.
Di sisi operasional, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, sementara penjualan logam timah tercatat 16.634 metrik ton.
"Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai optimal bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," ujar Restu.
Restu menambahkan sepanjang tahun buku 2025, PT Timah berhasil menjaga kinerja operasional dan keuangan secara optimal melalui peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, efisiensi di seluruh rantai bisnis, serta pengelolaan keuangan yang prudent.
Capaian tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi PT Timah untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha.
Restu mengatakan PT Timah optimis akan melanjutkan kinerja positif di tahun 2026, sebab permintaan timah global terus menunjukkan prospek yang menjanjikan. Sekitar 50 persen konsumsi timah ditopang oleh industri solder yang menjadi tulang punggung sektor semikonduktor dan elektronik.
Kemudian, pergerakan segmen ini diperkirakan akan terus menguat, didorong oleh pertumbuhan pesat teknologi kecerdasan buatan, perluasan pusat data, perkembangan energi, dan meningkatnya investasi pada infrastruktur kelistrikan modern.
Menghadapi peluang tersebut, PT Timah menyiapkan sejumlah strategi pada 2026, antara lain akselerasi produksi dan optimalisasi cadangan, transformasi digital dan keberlanjutan (ESG), optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis, optimalisasi kinerja anak perusahaan, aset non operasi dan sinergi lainnya dalam mendukung keberlanjutan perusahaan.
Baca juga: PT Timah: Data center dan solar panel bakal dorong permintaan timah
Baca juga: Naiknya harga timah dan momentum hilirisasi industri nasional
Baca juga: PT Timah catat kontribusi pajak dan PNBP di 2025 capai Rp1,62 triliun
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·