PBNU Targetkan Pelantikan Pengurus Lembaga Bersamaan dengan Rakernas Awal Desember

2 jam yang lalu 3

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menargetkan pelantikan pengurus 18 lembaga bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada akhir November atau awal Desember 2026. Saat ini, penyusunan kepengurusan lembaga tersebut telah mencapai 90 persen.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU H Gudfan Arif mengatakan, pihaknya menargetkan seluruh susunan pengurus lembaga rampung pada November 2026. Dengan demikian, pelantikan dapat dilaksanakan bersamaan dengan Rakernas yang akan melibatkan seluruh unsur lembaga PBNU.


“Akhir bulan (ini) atau awal bulan depan, awal Desember, kami akan menggelar Rakernas,” kata Gudfan kepada NU Online di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).


“Dalam bulan ini kami sedang menggodok, sedang menyelesaikan susunan semua lembaga PBNU. Kita selesaikan dalam bulan ini agar dalam pelaksanaan Rakernas sudah selesai semua struktur lembaga PBNU,” imbuhnya.


Ia memastikan jumlah lembaga yang sedang disusun tetap sebanyak 18 lembaga. Namun, PBNU masih membahas kemungkinan pembentukan badan khusus yang berada langsung di bawah Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz.


Menurut Gudfan, wacana pembentukan badan khusus tersebut masih didiskusikan bersama ketua umum dan jajaran wakil ketua umum. Keputusan pembentukannya akan mempertimbangkan kebutuhan organisasi.


“Kalau memang nanti diperlukan ada badan khusus yang langsung di bawah ketua umum, mungkin bisa kita bikin badan baru. Ini masih kita diskusikan internal dulu, perlu atau tidak terkait pembentukan badan khusus tersebut,” ujarnya.


Gudfan mengatakan, pengukuhan pengurus lembaga akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rakernas. Forum tersebut tidak hanya membahas program kerja organisasi, tetapi juga menjadi momentum pengukuhan dan pelantikan jajaran pengurus lembaga PBNU.


“Nanti sekalian di dalam acara Rakernas itu. Sebelumnya kita sekalian akan ada acara pengukuhan untuk semua lembaga yang baru kita putuskan,” kata dia.


Rakernas direncanakan berlangsung pada akhir November atau awal Desember 2026. Namun, PBNU masih mempertimbangkan lokasi penyelenggaraannya, antara di Jakarta atau daerah lain.


Sebelum Rakernas, PBNU juga akan menggelar Konferensi Besar (Konbes) pada 12 November 2026. Salah satu agenda dalam forum tersebut adalah ratifikasi peraturan perkumpulan (Perkum), terutama mengenai mekanisme pemilihan ketua di tingkat pengurus wilayah, cabang, hingga Majelis Wakil Cabang (MWC).


Gudfan menjelaskan, ratifikasi diperlukan agar ketentuan mengenai mekanisme pemilihan kepemimpinan di berbagai tingkatan organisasi dapat disahkan melalui forum Konbes.


“Rencana tanggal 12 November kita akan Konbes dulu untuk ratifikasi kemarin, Perkum. Kan harus kita ratifikasi di Konbes ya, terutama terkait mekanisme pemilihan ketua di tingkat wilayah, cabang, sampai MWC,” terangnya.

Baca Artikel Selengkapnya