Jakarta, NU Online
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal, mulai dari perkembangan kondisi pondok pesantren hingga persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Gus Irfan mengungkapkan hal itu melalui unggahan di akun media sosialnya. Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Staf Khusus Kementerian Haji dan Umrah RI Abd. Wahid.
“Dalam pertemuan tersebut, kami membahas berbagai hal, mulai dari perkembangan situasi pondok pesantren hingga langkah Kementerian Haji dan Umrah RI untuk mempersiapkan musim haji 2027 mendatang,” tulis Gus Irfan dalam unggahannya yang dikutip NU Online.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menetapkan rencana perjalanan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Berdasarkan jadwal tersebut, jamaah haji Indonesia mulai masuk asrama pada 10 April 2027. Pemberangkatan menuju Arab Saudi dijadwalkan berlangsung sehari setelahnya.
Rencana perjalanan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 tentang Rencana Perjalanan Haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 29 September 2026.
Berdasarkan keputusan tersebut, pemberangkatan jamaah haji Indonesia dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dari Indonesia menuju Madinah berlangsung pada 11–25 April 2027, sedangkan gelombang kedua menuju Jeddah dijadwalkan pada 26 April–10 Mei 2027.
Dengan demikian, masa operasional pemberangkatan berlangsung selama 30 hari, masing-masing 15 hari untuk setiap gelombang.
Jamaah dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Arafah pada 14 Mei 2027. Wukuf di Arafah berlangsung pada 15 Mei 2027, disusul Idul Adha pada 16 Mei dan hari-hari Tasyrik pada 17–19 Mei 2027.
Untuk pemulangan, gelombang pertama dari Makkah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Indonesia dimulai pada 21 Mei 2027. Sementara itu, pemulangan gelombang kedua dari Madinah melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz dimulai pada 5 Juni 2027.
Masa operasional pemulangan juga berlangsung selama 30 hari. Kedatangan jamaah gelombang pertama di Indonesia dijadwalkan pada 21 Mei–4 Juni 2027, sedangkan gelombang kedua pada 5–20 Juni 2027.
Keputusan tersebut menetapkan rata-rata masa tinggal jamaah haji di Arab Saudi selama 38–40 hari. Penyusunan jadwal mengacu pada kalender Ummul Qura Arab Saudi dan mencakup rangkaian kegiatan, masa operasional pemberangkatan dan pemulangan, serta rata-rata masa tinggal jamaah.

2 jam yang lalu
5



English (US) ·
Indonesian (ID) ·