PBNU Paparkan Upaya Penguatan Pesantren melalui Standardisasi dan Sanad Keilmuan

3 jam yang lalu 3

Kediri, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memaparkan langkah penguatan pesantren melalui transformasi dan penyusunan standar inovasi pesantren sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas serta marwah lembaga pendidikan Islam.

Hal tersebut disampaikan dalam paparan capaian PBNU pada Sidang Pleno II Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlhatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Ahad (21/6/2026).

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjelaskan perkembangan pesantren yang semakin luas membutuhkan penguatan tata kelola agar lembaga pendidikan pesantren tetap berjalan sesuai dengan nilai, tradisi, dan karakter yang diwariskan para ulama.

Menurutnya, PBNU telah menyusun desain transformasi pesantren sejak 2023 melalui Strategi Transformasi Pesantren yang kemudian dikembangkan menjadi Rekomendasi Standar Inovasi Pesantren.

"Jauh sebelum isu itu muncul, di saat tahun 2023, kita telah membangun sebuah desain. Apa yang disebut sebagai Desain Strategi Transformasi Pesantren, yang kemudian sampai kepada desain Rekomendasi Standar Inovasi Pesantren," ujar Gus Yahya.

Ia menjelaskan, penyusunan standar tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem pesantren, terutama dalam menghadapi perkembangan masyarakat yang terus berubah.

Gus Yahya menyampaikan bahwa jumlah pesantren di Indonesia terus berkembang. Namun, perkembangan tersebut juga membutuhkan penataan agar keberadaan pesantren tetap memiliki kualitas dan tata kelola yang baik.

"Kita punya sekitar 28.000 pesantren yang memang terdata itu. Tapi apakah isinya ideal seperti lainnya? Apalagi kualitas pendukungnya dari pesantren itu, belum tentu sama dengan pesantren yang dibayangkan oleh masyarakat," katanya.

Ia menegaskan, penguatan standar pesantren bukan dimaksudkan untuk membatasi keberadaan lembaga pendidikan pesantren, tetapi memastikan pesantren mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter umat.

Selain penguatan tata kelola, PBNU juga melakukan upaya penguatan sanad keilmuan pesantren. Gus Yahya menyampaikan bahwa PBNU sebelumnya telah menggelar Halaqah Piagam Nilai-Nilai Keulamaan dan Ijazah Sanad yang melibatkan para kiai muda dan gus dari berbagai daerah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Tebuireng sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren yang bersambung kepada para ulama terdahulu.

"Ini bukan sekadar soal bahwa ini warisan dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, tetapi kegiatan dirasah-nya memang diletakkan di Tebuireng," ujarnya.

Gus Yahya berharap penguatan tata kelola, standardisasi, serta sanad keilmuan dapat terus menjaga pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca Artikel Selengkapnya