Jakarta, CNN Indonesia --
Bertepatan dengan peringatan kemerdekaan AS, Paus Leo XIV mendoakan para migran yang dimakamkan di pulau Lampedusa, Sisilia, Italia.
Paus Leo XIV menghormati puluhan ribu orang yang telah meninggal dalam upaya mencari kebebasan dan kemakmuran. Dia pun merayakan misa bagi para pendatang baru di pulau tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan melakukan hal tersebut, Paus seolah mengirimkan pesan simbolis kuat pada AS dan Eropa tentang kewajiban Kristen untuk menjunjung tinggi martabat manusia terutama migran dan kelompok rentan lain.
Pun Paus mengingatkan bahwa AS didirikan oleh para imigran.
Dalam sebuah surat yang dikirim pada warga Amerika pada peringatan 4 Juli, Paus menegaskan bahwa melindungi janin dan seluruh kehidupan manusia juga berarti "menyambut, melindungi, dan membantu para imigran, yang harapan, pengorbanan, dan kontribusinya telah menjadi bagian dari sejarah negara ini sejak awal berdirinya."
"Menerima mereka dengan belas kasih dan kemurahan hati bukan hanya tindakan amal, tetapi juga pengakuan atas martabat yang dimiliki setiap manusia," tulis Leo seperti dilaporkan AP.
Pulau Lampedusa merupakan pelabuhan utama masuk ke Eropa bagi ratusan ribu migran yang diselundupkan dengan perahu dari Libya atau Tunisia.
Beberapa tahun terakhir, Lampedusa jadi pusat perdebatan migrasi Eropa yang berjuang menjaga perbatasannya.
International Organization of Migration mencatat lebih dari 35 ribu migran hilang di Mediterania sejak 2014. Namun korban tewas diyakini lebih tinggi mengingat banyak kecelakaan kapal "tak terlihat" yang tidak pernah tercatat.
Paus Leo XIV menekankan pentingnya menjunjung tinggi martabat migran terutama di tengah program deportasi massal pemerintahan Presiden AS Donald Trump di Chicago.
Kedatangan Paus terjadi dua minggu usai Uni Eropa mulai menerapkan rangkaian aturan baru yang mengatur penanganan migrasi ilegal dan pencari suaka.
Berdasarkan aturan baru, warga negara asing akan diperiksa di perbatasan Uni Eropa hingga tujuh hari sebelum diizinkan masuk. Salah satu pilar pakta menyebut soal percepatan pemulangan sukarela dan paksa para pencari suaka yang ditolak.
Sementara itu, kunjungan Paus Leo XIV ke Lampedusa mengikuti jejak Paus Fransiskus. Paus Fransiskus mengunjungi Lampedusa pada Juli 2013. Kunjungan itu jadi kunjungan pertamanya ke luar Roma setelah dirinya terpilih.
Ia melempar karangan bunga ke laut untuk mengenang para migran yang meninggal dan mengecam "globalisasi ketidakpedulian" yang ditunjukkan dunia kepada para migran.
(els)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·