Dubes: Pabrik perusahaan Turki perkuat hilirisasi, investasi di RI

4 jam yang lalu 3

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama mengatakan peresmian pabrik Turki di Indonesia mendukung agenda hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, mendorong ekspor, dan membuka lapangan kerja di daerah.

"Fasilitas pabrik ini mengirim pesan yang sangat kuat bahwa Indonesia dan Turki adalah mitra strategis yang kokoh serta dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi kedua negara dan dunia," kata Dubes Achmad dalam siaran pers KBRI Ankara di Jakarta pada Sabtu.

Disebutkan bahwa investasi PT Evyap Sabun Indonesia sebesar 130 juta dolar AS (sekitar Rp 2,34 triliun) merupakan salah satu investasi terbesar Turki di Indonesia dalam 25 tahun terakhir.

"Ini hari bersejarah bagi Indonesia; Turki dan Keluarga Besar Evyap. Peresmian PT Evyap Sabun Indonesia ini bukan saja pembukaan pabrik baru, namun juga kesempatan baru; kemitraan yang solid dan masa depan Indonesia dan Turki yang lebih baik," kata Dubes.

Peresmian yang berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara itu, dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin, Deputi Hilirisasi Investasi Heldy Satrya Putra, dan pengelola KEK Sei Mangkei.

Hadir juga CEO Evyap Group Mehmed Evyap, Anggota Dewan Direksi Omer Evyap, CEO Evyap Life Chemistry Datuk Saw Lee Chyan, serta jajaran manajemen Evyap Group dan mitra bisnis PT Evyap Sabun Indonesia.

Rizal yang mewakili Menko Perekonomian mengatakan pentingnya kerja sama untuk memastikan investasi strategis di KEK Sei Mangkei dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.

Menurut dia, kehadiran PT Evyap di KEK Sei Mangkei mencerminkan kepercayaan investor global terhadap iklim investasi Indonesia.

"Investasi ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pengembangan KEK dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para stakeholder," katanya.

Sektor industri Evyap di Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan industri Indonesia, khususnya ekosistem kelapa sawit dan produk turunannya, demikian pernyataan tersebut.

Pengembangan fasilitas Evyap di Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri oleokimia, personal care, hygiene, dan produk konsumen.

Keberhasilan investasi Evyap di Indonesia, jelas dia, diharapkan dapat menjadi rujukan positif bagi perusahaan-perusahaan Turki lainnya untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.

KBRI Ankara akan terus menjalankan diplomasi ekonomi yang berorientasi pada hasil konkret, termasuk dengan memfasilitasi komunikasi antara pelaku usaha Turki dan pemangku kepentingan di Indonesia.

Perusahaan Evyap merupakan salah satu perusahaan sabun dan olekimia terbesar di Turki yang telah berdiri sejak 1927 dan mengekspor produknya ke lebih 100 negara.

Fasilitas barunya di Indonesia berkapasitas 250.000 ton per tahun, sehingga menjadikan Evyap sebagai produsen olekimia terbesar ke-5 dunia dengan total kapasitas produksi mencapai 680.000 ton per tahun.

Baca juga: Komisi I setujui kerja sama pertahanan RI-Turki-Malaysia

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya