Pakar: Pembangunan ekonomi syariah perlu berorientasi penciptaan nilai

1 jam yang lalu 4

Jakarta (ANTARA) - Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF Nur Hidayah menyatakan pembangunan ekonomi syariah di Indonesia perlu berorientasi pada penciptaan nilai tambah, agar dapat berdaya saing global.

"Potensi ekonomi syariah Indonesia itu besar namun belum maksimal," kata Nur Hidayah di Jakarta, Selasa, saat Seminar Nasional bertajuk "Catatan Tengah Tahun Ekonomi syariah Indonesia 2026".

Menurut dia, dari kajian yang dilakukan oleh Indef menemukan bahwa potensi ekonomi syariah di Indonesia sangatlah besar, terutama Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Untuk itu, kata dia, dari hasil riset yang ada bahwa pembangunan ekonomi syariah harus bergeser orientasi dari sekedar pertumbuhan menuju penciptaan nilai tambah.

Apalagi kata Nur Hidayah, pasar halal domestik juga luas dan pertumbuhan aset keuangan syariah terus menunjukkan peningkatan, serta adanya dukungan regulasi yang kuat dari pemerintah.

"Semua potensi tersebut harus digarap secara maksimal sehingga potensi yang ada dapat terkonversi menjadi daya saing global," ujarnya.

Nur Hidayah menambahkan, pendekatan "value-based economy" dan praktek "value-based intermediation" menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi syariah diukur dari kontribusi pada kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan sektor riil bukan hanya besarnya aset ataupun laba.

Sehingga, koordinasi antar pemangku kepentingan, peningkatan hilirisasi industri halal, serta dioptimalkannya pemanfaatan teknologi digital dan instrumen keuangan sosial Islam dapat meningkatkan laju ekonomi syariah sebagai penggerak pembangunan nasional.

Baca juga: PNM sebut kontribusi pembiayaan syariah bagi pemberdayaan perempuan

Baca juga: Khofifah ajak wujudkan Jatim sebagai pusat ekonomi syariah nasional

Baca juga: BI Purwokerto dorong diversifikasi pasar atasi anjloknya harga telur

Baca juga: Mendagri minta pemda kembangkan ekonomi syariah untuk majukan daerah

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya