Pakar: Instrumen syariah lebih tahan gejolak saat harga energi naik

2 jam yang lalu 4
Instrumen syariah berpatokan pada sektor riil dan berbasis aset, serta tidak mendorong spekulasi berlebihan

Jakarta (ANTARA) - Pakar ekonomi syariah yang juga Wakil Ketua Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai instrumen keuangan syariah relatif lebih tahan terhadap gejolak pasar dibandingkan sistem konvensional ketika harga energi global melonjak.

Menurut dia, lonjakan harga minyak kerap memicu volatilitas tinggi di pasar keuangan konvensional karena erat kaitannya dengan suku bunga, pasar saham, dan kebijakan moneter.

“Saat harga minyak melonjak di atas 100 dolar per barel, pasar modal konvensional mengalami volatilitas ekstrem karena sangat bergantung pada suku bunga dan sentimen pasar,” ujarnya dalam webinar yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Sebaliknya, ia menilai indeks keuangan syariah menunjukkan ketahanan yang lebih baik karena berbasis pada sektor riil dan didukung oleh aset.

“Instrumen syariah berpatokan pada sektor riil dan berbasis aset, serta tidak mendorong spekulasi berlebihan,” kata Munifah.

Karakteristik tersebut, lanjutnya, membuat instrumen syariah dapat menjadi alternatif yang lebih stabil di tengah ketidakpastian global, khususnya yang dipicu oleh fluktuasi harga energi.

Di sisi lain, ia menuturkan kenaikan harga minyak juga menciptakan surplus likuiditas di negara-negara produsen, terutama di kawasan Timur Tengah.

Menurut dia, kondisi ini berpotensi mendorong aliran investasi kembali ke sektor keuangan syariah dan industri halal global.

Namun, ia juga mengakui bahwa kenaikan harga energi global juga dapat meningkatkan biaya produksi, termasuk bagi industri halal dalam negeri.

Munifah juga menekankan bahwa penguatan sektor riil, termasuk industri halal, merupakan kunci menjaga stabilitas ekonomi syariah di tengah ketidakpastian global. Dengan berbasis pada aset dan aktivitas nyata, industri halal dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi pasar keuangan.

Baca juga: Pakar dorong manfaatkan pembiayaan syariah untuk kembangkan biodiesel

Baca juga: Bank Muamalat: Pembiayaan multiguna naik 37,1 persen sepanjang 2025

Baca juga: Transaksi Bale Syariah tembus hampir Rp2 triliun

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya