Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau (Kepri) Sinar Danandjaya memberikan sejumlah tips rasio pengeluaran ideal bulanan bagi masyarakat agar lebih melek dalam hal pengelolaan keuangan.
"Kami punya rasio pengelolaan keuangan pendapatan yang ideal, yakni 10-20-30-40," kata Sinar di Tanjungpinang, Selasa.
Sinar mencontohkan ketika masyarakat mendapatkan penghasilan Rp10 juta per bulan, maka rasio pengeluaran sebesar 10 persen atau Rp1 juta dialokasikan untuk kebutuhan sosial, seperti membayar zakat, sedekah hingga membantu keluarga.
Kemudian, 20 persennya atau Rp2 juta dipakai untuk menabung dan investasi masa depan, misalnya investasi pendidikan.
Berikutnya, 30 persen atau Rp3 juta digunakan untuk keperluan pembayaran angsuran pinjaman. Makanya, masyarakat harus memastikan kemampuan melunasi angsuran pinjaman tidak boleh melebihi Rp3 juta.
Terakhir, 40 persen atau Rp4 juta dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan bulanan rumah tangga, seperti makan-minum, belanja, transportasi sampai listrik.
"Dari sini, masyarakat benar-benar bisa mengatur gaya hidupnya. Kalau penghasilan 10 juta, gaya hidup maksimal Rp4 juta," ujar Sinar.
Selain itu, lanjut Sinar, OJK Kepri turut mengimbau masyarakat lebih bijak ketika mengajukan pinjaman dana di era digital, yang menyediakan beragam kemudahan akses pinjaman daring (Pindar).
Ia menekankan masyarakat harus memanfaatkan pinjaman tersebut untuk kebutuhan produktif, mulai dari pengembangan usaha, investasi pendidikan serta kebutuhan mendesak.
Masyarakat diminta menghindari berhutang untuk gaya hidup berlebih, konsumsi yang tak perlu, apalagi judi online atau judol.
"Ada fenomena menarik, masyarakat menggunakan pinjaman daring untuk judol. Kondisi ini turut berdampak terhadap angka perceraian di Batam, di mana 60 persen faktor pemicunya ialah ekonomi, hutang dan judol," ungkap Sinar.
Dia menambahkan OJK Kepri terus berupaya meningkatkan literasi keuangan supaya masyarakat benar-benar memahami bagaimana mengelola keuangan dengan baik dan benar.
Baru-baru ini, OJK berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepri telah menggelar talkshow kepada pustakawan dan budayawan terkait pengelolaan keuangan.
OJK pun telah membuat sistem Learning Management System (LMS) yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis tentang bagaimana perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik.
"Intinya, masyarakat harus bijak meminjam uang sesuai kemampuan, dan memanfaatkannya untuk hal-hal produktif," demikian Kepala OJK Kepri.
Baca juga: OJK manfaatkan pendekatan budaya Melayu tingkatkan literasi keuangan
Baca juga: Masyarakat Kepri diimbau waspadai penipuan berkedok investasi kripto
Baca juga: OJK Kepri catat kredit UMKM tumbuh 14,6 persen pada semester I 2025
Pewarta: Ogen
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·