Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyatakan dukungan kepada kandidat senator dari Partai Demokrat, Abdul El Sayed, yang kerap diserang Presiden Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.
Obama menyampaikan dukungan tersebut dalam kampanye di Detroit, Michigan, pada Sabtu (24/10). Ia memuji El Sayed sebagai politikus yang memperjuangkan perubahan nyata, termasuk mengurangi pengaruh uang dalam politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berjuang untuk perubahan, perubahan nyata, yang akan menyingkirkan uang dari politik dan memberikan uang ke kantong Anda," kata Obama saat ikut El Sayed kampanye di hadapan ribuan pendukung di Cass Technical High School, seperti dilaporkan The Guardian.
Obama juga menilai El Sayed dapat melanjutkan upaya memperluas akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat AS. Ketika Obama menjabat sebagai presiden, ia menerapkan program Obama Care untuk memberikan akses kesehatan terjangkau bagi warga AS, yang kemudian dipersulit Trump ketika ia berkuasa.
"Menyelesaikan pekerjaan yang kita mulai dengan Undang-Undang Perawatan Terjangkau dan menjamin perawatan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi setiap warga Amerika," ujarnya.
Kampanye tersebut menjadi dukungan publik pertama Obama terhadap El Sayed sejak politikus tersebut memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Agustus.
Dalam pemilihan itu, El Sayed mengalahkan anggota Kongres yang mendapat dukungan dari kelompok Partai Demokrat dan organisasi pro-Israel, Haley Stevens.
El Sayed merupakan dokter sekaligus mantan pejabat kesehatan di Wayne County, Michigan. Ia dikenal mendukung program Medicare for All, yakni gagasan memperluas jaminan kesehatan publik bagi masyarakat AS.
Jika terpilih sebagai senator, El Sayed akan menjadi Muslim pertama sekaligus warga AS keturunan Mesir pertama yang menduduki kursi Senat AS.
Obama kritik Trump
Dalam kampanye tersebut, Obama juga melontarkan kritik terhadap Trump dan pemerintahannya. Ia menuduh presiden AS itu mengutamakan kepentingan pribadi dan keluarganya serta membiarkan praktik korupsi di lingkaran kekuasaan.
Obama mengatakan pemerintahan Trump telah menciptakan budaya yang menoleransi praktik suap di tingkat atas.
"Belum pernah melihat presiden yang begitu bertekad untuk menjual suap seperti ini," kata Obama.
Mantan presiden dari Partai Demokrat itu turut menyindir sejumlah kebijakan dan tindakan pemerintahan Trump, mulai dari kebijakan tarif hingga renovasi Gedung Putih.
Ia juga mengejek Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, karena dinilai terlalu menaruh perhatian pada penampilan fisik dan kadar testosteron personel militer.
Kritik tersebut disampaikan ketika Obama memulai rangkaian kampanye langsung untuk mendukung kandidat Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu. Sebelum datang ke Detroit, ia berkampanye di Cleveland, Ohio, untuk mendukung mantan senator, Sherrod Brown, dan kandidat gubernur, Amy Acton.
Pemilihan paruh waktu pada 3 November akan menentukan persaingan kursi di Kongres serta sejumlah jabatan pemerintahan negara bagian.
Dukungan Obama terhadap El Sayed ini muncul di tengah serangan Trump terhadap politikus tersebut selama masa kampanye berlangsung
Trump pernah menyebut El Sayed sebagai "ekstremis Islam" dan menuduhnya memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, gerakan yang dicap AS sebagai kelompok teroris. El Sayed membantah tuduhan tersebut.
Serangan Trump juga menyoroti identitas Muslim El Sayed melalui nama tengahnya. Pernyataan itu memicu perhatian publik dan menjadi salah satu momen yang banyak diperbincangkan selama kampanye.
Di sisi lain, El Sayed juga menghadapi kritik dari sejumlah kalangan mapan Partai Demokrat, terutama setelah tampil bersama streamer politik sayap kiri, Hasan Piker.
Meski demikian, Obama menegaskan bahwa perbedaan pandangan antara dirinya dan El Sayed tidak menghalangi dukungannya.
El Sayed sebelumnya pernah mengkritik Obama Care. Ia menilai kebijakan tersebut hanya menawarkan perbaikan bertahap.
Obama mengakui bahwa mereka tidak selalu sepakat mengenai setiap kebijakan. Namun, ia menilai keduanya memiliki nilai dasar yang sama, terutama mengenai kesetaraan kesempatan dan upaya mencegah sistem politik hanya menguntungkan kelompok elite.
"Kita memiliki nilai-nilai yang sama, yaitu memastikan setiap orang mendapatkan kesempatan yang adil dalam masyarakat ini," kata Obama. Ia menambahkan bahwa sistem seharusnya tidak hanya bekerja untuk kelompok yang berada di puncak.
(mge/rds)

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·