Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyatakan angkatan bersenjata Moskow telah membalas serangan Ukraina yang diluncurkan saat gencatan senjata.
"Angkatan Bersenjata telah membalas pelanggaran gencatan senjata. Mereka melancarkan serangan balasan terhadap MLRS, artileri, dan lokasi penembakan mortir. Mereka juga menargetkan pos komando dan lokasi peluncuran UAV," tulis Kemhan Rusia, seperti dikutip RIA Novosti, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Vladimir Putin awal pekan ini mengumumkan sepihak bahwa gencatan senjata Rusia vs Ukraina akan dilakukan pada 8-9 Mei. Periode ini bertepatan dengan Hari Kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman yang diperingati setiap tanggal 9 Mei.
Kendati demikian, gencatan senjata ini ditentang Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi dan sebaliknya menetapkan tanggal gencatan senjata versinya, yakni pada 5-6 Mei, yang berujung diabaikan.
Menurut catatan Kemhan Rusia, pasukan Ukraina telah melanggar gencatan senjata Rusia sebanyak 1.365 kali sejak Jumat (8/5) pagi.
Angkatan Bersenjata Ukraina dituduh meluncurkan 887 serangan drone menggunakan artileri, peluncur roket multi-laras, mortir, serta tank di zona operasi khusus.
Moskow pun membalas dengan menghancurkan 396 senjata serang udara Kyiv, termasuk enam peluru kendali.
Awal pekan ini, Kemhan Rusia memperingatkan bahwa serangan rudal besar-besaran akan diluncurkan ke ibu kota Kyiv apabila pasukan Ukraina mencoba mengusik perayaan Hari Kemenangan Rusia.
"Jika rezim Kyiv mencoba menjalankan rencana kriminalnya untuk mengganggu perayaan peringatan ke-81 Kemenangan dalam Perang Patriotik Besar, Angkatan Bersenjata Rusia akan melancarkan serangan rudal balasan besar-besaran ke Kyiv," demikian pernyataan Kemhan Rusia.
(blq/bac)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
1









English (US) ·
Indonesian (ID) ·