Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Intelijen Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) menyebut Iran masih punya cadangan rudal dengan jumlah signifikan meski sudah digempur habis-habisan AS dan Israel.
Menurut penilaian badan intelijen AS dalam laporan media The Washington Post Iran bisa bertahan menghadapi blokade tiga hingga empat bulan mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Iran] masih punya kemampuan rudal balistik yang signifikan setelah dibombardir AS dan Israel berminggu-minggu," demikian laporan media itu, dikutip Middle East Eye, Kamis (7/5).
Penilaian CIA juga melaporkan Iran bisa bertahanan selama 90 hingga 120 hari setelah embargo berakhir sebelum menghadapi kesulitan ekonomi.
AS dan Iran memberlakukan blokade Selat Hormuz untuk menegaskan kendali rute tersebut. Pasukan AS mencegat kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Iran sementara itu, menargetkan kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS dan Israel untuk menekan ekonomi kedua negara tersebut.
Sementara itu, salah satu pejabat AS mengatakan Iran punya 75 persen peluncur dan sekitar 70 persen rudal sebelum perang pada akhir Februari.
Iran, lanjut dia, juga berhasil membuka penyimpanan rudal bawah tanahnya.
Laporan CIA bertolak belakang dengan pernyataan publik pemerintahan Trump yang sesumbar berhasil meruntuhkan sistem pertahanan Iran.
Pada Rabu, Trump mengeklaim sebagian besar rudal Iran sudah hancur.
"Mereka mungkin hanya punya 18 atau 19 persen, tetapi jumlah itu tak banyak jika dibandingan dengan apa yang mereka punya sebelumnya, ujar Trump.
Iran berulang kali membantah pernyataan Trump dan menyatakan bisa melakukan serangan kapan pun mereka mau.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3









English (US) ·
Indonesian (ID) ·