Mojtaba Khamenei Gelorakan Semangat Jihad Militer Iran, Perang Besar Segera Terjadi?

2 jam yang lalu 1

Personel paramiliter wanita Iran dari Basij dalam aksi Jan-Fada di Teheran, Jumat (18/9/2026).

TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei pada, Sabtu (31/10/2026), mengeluarkan beberapa taklimat di tengah meningkatnya ancaman serangan baru dari Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya. Taklimat itu diberikan dalam pertemuan dengan para komandan militer Iran.

Dikutip Press TV dilansir Nournews, Ia merintahkan para komandan senior militer negaranya untuk memastikan semua tipe ancaman dari musuh harus dijawab dengan "respons segera, berdampak, dan tak terbatas secara geografis." Mojtaba mengatakan, jika musuh-musuh Iran kembali melanjutkan serangan militer atau terorismenya, "akan menjadi Angkatan Bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran yang akan menentukan kapan dan di bawah syarat apa serangan-serangan itu akan berakhir."

Mojtaba juga menekankan bahwa "kesiapan intelijen pertempuran untuk sebuah konfrontasi yang kuat melawan musuh adalah suatu syarat fundamental untuk meraih daya tangkal maksimal."

Dia lebih jauh menyoroti pentingnya "penguatan fondasi spiritual dan semangat jihad," bersamaan dengan "upaya tanpa lelah untuk memenuhi kebutuhan hidup dari personel Angkatan Bersenjata dan menyediakan mereka dukungan yang dibutuhkan."

Dalam instruksi lainnya, Mojtaba memerintahkan "pembaruan komprehensif basis data target militer" untuk memastikan bahwa "semua aset fisik dan non-fisik dari musuh AS-Zionis dalam jangkauan Angkatan Bersenjata."

Mojtaba dukungan luar untuk Angkata Bersenjata sebagai "salah satu pilar dari daya tangkal melawan kekuatan asing anti-Iran dan tentara-tentara bayaran di dalam negeri."

Merujuk pada delapan-bulan kehadiran rakyat Iran di ruang-ruang publik di penjuru Iran, Mojtaba mengatakan itu adalah "sebuah keberlanjutan dari Delapan-Tahun Pertahanan Suci," yang mana, berdampingan dengan keteguhan militer, polisi, pasukan Basij, "telah melindungi, dan akan terus melindungi, integritas teritorial Iran dan sistem Islam."

Baca Artikel Selengkapnya