Manulife: Kemandirian-kebebasan finansial jadi warisan baru keluarga

1 jam yang lalu 6

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan investasi global Manulife melalui Manulife Asia Care Survey 2026, menyebutkan 93 persen masyarakat Indonesia memandang kemandirian dan kebebasan finansial sebagai warisan baru yang ingin mereka berikan kepada keluarga.

Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari bahwa hidup lebih lama perlu diiringi dengan persiapan yang lebih matang.

"Kemandirian di usia lanjut kini dipandang sebagai salah satu bentuk kepedulian terbesar yang dapat diberikan kepada keluarga. Ketika seseorang mampu menjaga kesehatan dan kesiapan finansialnya, ia tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga membantu generasi berikutnya melangkah lebih ringan," ujar Lauren sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Survei juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata berencana mengalokasikan 60 persen aset finansialnya untuk mendukung kemandirian pribadi, terutama untuk kebutuhan kesehatan dan perawatan di masa depan, sementara 40 persen lainnya untuk diwariskan kepada anak dan keluarga mereka.

Selain itu, survei menunjukkan kebebasan di usia lanjut tidak hanya berarti memiliki keamanan finansial, namun juga kemampuan untuk tetap mandiri, yang tercermin dari 65 persen responden Indonesia yang memaknai kebebasan sebagai kemampuan untuk tidak menjadi beban bagi orang lain.

"Temuan ini menegaskan bahwa kemandirian kini dipandang sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga, karena memberi ruang bagi generasi berikutnya untuk menjalani hidup mereka tanpa beban finansial maupun kewajiban merawat orang tua yang berlebihan," ujar Lauren.

Di sisi lain, survei menemukan bahwa masyarakat Indonesia memperkirakan akan menjalani sekitar 13-14 tahun di masa tua dengan kebutuhan dukungan perawatan kesehatan atau finansial.

"Di saat sama, sekitar enam dari sepuluh responden Indonesia khawatir terhadap kemampuan mereka membiayai kebutuhan perawatan kesehatan di masa depan," ujar Lauren.

Sementara itu, dari sisi kesehatan, survei menemukan sebanyak 71 persen masyarakat Indonesia menyebut kesehatan dan kualitas hidup sebagai prioritas utama dalam memilih kemandirian dibandingkan warisan dalam bentuk harta.

"Kesadaran terhadap pentingnya pencegahan juga cukup tinggi, dengan sekitar 89 persen responden percaya bahwa pemeriksaan kesehatan rutin dan langkah preventif dapat membantu menjaga kemandirian di masa pensiun," ujar CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa.

Meski demikian, Afifa menyebut masih terdapat kesenjangan antara kesadaran dan tindakan, yang mana survei menunjukkan 56 persen masyarakat Indonesia melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh setidaknya sekali dalam setahun, sementara 16 persen belum pernah melakukannya.

"Dari sisi kebiasaan perawatan diri, sekitar separuh responden telah menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga, namun hanya sekitar sepertiga yang telah melakukan pemeriksaan dini dan tindakan preventif untuk menghindari penyakit kronis," ujar Afifa.

Afifa mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya mempersiapkan kemandirian supaya tidak menjadi beban generasi berikutnya.

"Namun, mengandalkan tabungan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun yang kian panjang, biaya kesehatan yang terus meningkat, dan kebutuhan akan pendapatan yang berkelanjutan," ujar Afifa.

Lebih lanjut, survei menemukan sebanyak 62 persen masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab perawatan keluarga, atau jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional Asia yang mencapai 52 persen.

Selain itu, sebanyak 68 persen responden Indonesia juga memiliki tanggung jawab finansial terhadap keluarga (sandwich generation), dengan kelompok usia 35-44 tahun menjadi salah satu yang paling terdampak.

Afifa mengatakan tanggung jawab itu mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk membangun kemandirian mereka sendiri, yaitu survei menunjukkan bahwa lebih dari 69 persen responden yang memiliki tanggung jawab perawatan atau finansial keluarga merasa kondisi itu berdampak pada kemampuan mereka untuk mencapai kemandirian jangka panjang.

"Dampak ini lebih terasa di kelompok usia 25-34 tahun dan generasi sandwich, yaitu kelompok yang harus mendukung orang tua sekaligus anak atau anggota keluarga lainnya," ujar Afifa.

Manulife Asia Care Survey 2026 melibatkan lebih dari 9.000 responden di seluruh Asia, termasuk 1.000 responden di Indonesia untuk mengkaji pandangan dan sikap masyarakat terkait umur panjang, kesehatan, tanggung jawab sebagai pemberi perawatan, kesiapan pensiun, serta kesejahteraan finansial.

Baca juga: Manulife: Pertumbuhan pasar global makin tidak merata di semester II

Baca juga: MAMI sebut konsumsi domestik hadapi tantangan di kuartal II 2026

Baca juga: Analis: Investor asing belum agresif masuk meski bursa RI menarik

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya