Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) meluncurkan reksa dana saham syariah berdenominasi dolar AS bernama Batavia Gold Sharia Equity USD (BAGOS).
Produk tersebut ditujukan antara lain bagi nasabah dengan profil risiko agresif yang menginginkan eksposur investasi pada sektor emas dan logam mulia.
"Di tengah dinamika ekonomi global, kolaborasi BCA dengan Batavia melalui peluncuran Reksa Dana Batavia Gold Sharia Equity USD ini diharapkan mampu memberikan ragam pilihan investasi bagi nasabah dengan profil risiko agresif yang menginginkan eksposur pada sektor emas dan logam mulia," kata Direktur BCA Haryanto T. Budiman dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
BAGOS merupakan reksa dana saham yang dikelola PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, sedangkan BCA bertindak sebagai agen penjual efek reksa dana.
Produk tersebut memiliki kebijakan investasi sebesar 80–100 persen pada efek syariah bersifat ekuitas dan 0–20 persen pada instrumen pasar uang syariah dan/atau deposito syariah.
Portofolio investasinya antara lain mencakup perusahaan pertambangan dengan fokus pada subsektor emas, perak, logam mulia, tembaga, serta diversifikasi industri logam dan pertambangan.
BAGOS dapat dimiliki dengan minimum pembelian awal 10.000 dolar AS.
Untuk pembelian selanjutnya, minimum transaksi melalui aplikasi myBCA sebesar 100 dolar AS, sedangkan melalui kantor cabang BCA sebesar 5.000 dolar AS.
Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi mengatakan produk tersebut dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi bagi nasabah dalam mengelola portofolio valuta asing.
"Dengan dukungan jaringan distribusi BCA yang luas dan platform digital yang andal, kami optimistis produk ini dapat menjadi solusi diversifikasi bagi nasabah dalam mengelola portofolio valuta asing mereka," kata Lilis.
BCA dan Batavia telah menjalin kerja sama sejak 2015 dengan menghadirkan berbagai produk reksa dana, antara lain reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, indeks, dan saham dalam denominasi rupiah maupun dolar AS.
BAGOS diluncurkan pada Kamis (10/9) dan tersedia melalui kantor cabang BCA yang melayani transaksi reksa dana.
Nasabah yang sebelumnya sudah pernah membeli reksa dana berdenominasi dolar AS di BCA juga dapat melakukan pembelian BAGOS melalui fitur Investasi pada aplikasi myBCA.
BCA mengingatkan reksa dana merupakan produk pasar modal dan bukan produk simpanan bank sehingga tidak termasuk dalam program penjaminan simpanan. Investasi reksa dana juga mengandung risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan.
Baca juga: BCA bidik pertumbuhan kredit mendekati 10 persen hingga akhir 2026
Baca juga: BCA ungkap rencana pembagian dividen interim secara kuartalan
Baca juga: BCA: Masyarakat Indonesia semakin paham perlunya lakukan investasi
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·