Mamdani Makan di Restoran Palestina, Kontroversi 7 Oktober Memanas di New York

1 jam yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wali Kota New York Zohran Mamdani kembali menjadi pusat kontroversi politik setelah kedapatan makan malam di sebuah restoran Palestina pada Rabu (7/10/2026), bertepatan dengan peringatan tiga tahun serangan Hamas terhadap Israel. Kunjungannya ke restoran Ayat Hinds Hall di kawasan Upper West Side, Manhattan, memicu kritik sejumlah kalangan pro-Israel, sementara pada hari yang sama ia juga menghadapi teriakan pengkhianat dari sebagian demonstran pro-Palestina.

Peristiwa tersebut memperlihatkan semakin rumitnya posisi Mamdani, wali kota Muslim pertama dalam sejarah New York, ketika berusaha merespons penderitaan warga Palestina sekaligus memberikan penghormatan kepada korban serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Sikap politiknya yang selama ini dikenal keras mengkritik Israel ternyata tidak sepenuhnya diterima oleh kedua kubu yang berseteru mengenai konflik Gaza.

New York Post pada Kamis (8/10/2026) melaporkan bahwa Mamdani terlihat bersantap di Ayat Hinds Hall, restoran Palestina yang namanya diambil dari Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia lima tahun yang tewas dalam serangan militer Israel di Gaza pada Januari 2024. Kunjungan itu menjadi sorotan karena salah satu cabang jaringan restoran tersebut sebelumnya pernah dikecam akibat penggunaan slogan pro-Palestina yang dianggap antisemit oleh sejumlah organisasi Yahudi.

Menurut laporan Mediaite pada hari yang sama, Mamdani mendatangi restoran tersebut setelah menghadiri acara penyalaan lilin untuk mengenang para korban konflik Israel-Palestina di Union Square, Manhattan. Video keberadaannya di restoran beredar di media sosial, tetapi belum ada penjelasan resmi mengenai alasan khusus kunjungan tersebut ataupun siapa saja yang mendampinginya.

Ayat Hinds Hall bukan sekadar tempat makan yang menyajikan hidangan khas Palestina. Restoran itu juga membawa pesan penghormatan terhadap korban perang Gaza dan gerakan solidaritas Palestina yang berkembang di Amerika Serikat, khususnya di lingkungan Universitas Columbia.

Nama Hind's Hall sebelumnya digunakan para mahasiswa pro-Palestina ketika menduduki Hamilton Hall di Universitas Columbia pada April 2024. Para mahasiswa mengganti nama gedung tersebut untuk mengenang Hind Rajab, yang kematiannya menjadi salah satu simbol penderitaan anak-anak Palestina selama perang Gaza.

Hind ditemukan meninggal bersama sejumlah anggota keluarganya setelah mobil yang mereka tumpangi ditembaki ketika berusaha menyelamatkan diri dari pertempuran di Gaza. Investigasi Forensic Architecture serta temuan para pakar hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengaitkan penembakan tersebut dengan operasi militer Israel, sekaligus menyoroti kematian dua petugas medis Palestina yang berusaha menolongnya.

Kontroversi terhadap jaringan restoran Ayat sebenarnya telah muncul jauh sebelum kunjungan Mamdani. Pada Desember 2023, salah satu cabangnya di Ditmas Park, Brooklyn, menuai kecaman setelah bagian menu makanan laut menggunakan slogan "From the River to the Sea", yang merujuk pada wilayah antara Sungai Yordan dan Laut Mediterania.

Anti-Defamation League (ADL), organisasi yang memantau antisemitisme di Amerika Serikat, menilai slogan tersebut sebagai seruan antisemit karena dianggap menolak keberadaan negara Israel. Namun, sebagian aktivis Palestina dan akademisi memiliki penafsiran berbeda dengan menganggap ungkapan itu sebagai tuntutan kebebasan, kesetaraan hak, dan penghentian pendudukan terhadap rakyat Palestina.

Pemilik jaringan Ayat, Abdul Elenani dan istrinya Ayat Masoud, membantah tuduhan bahwa restoran mereka mempromosikan kebencian terhadap orang Yahudi ataupun menyerukan penghancuran Israel. Elenani mengatakan slogan tersebut tidak dimaksudkan sebagai dukungan terhadap kekerasan, melainkan sebagai pernyataan mengenai hak-hak rakyat Palestina.

Dalam wawancara dengan Fox Business pada Desember 2023, Elenani bahkan secara terbuka mendukung penyelesaian konflik melalui pembentukan dua negara. Ia menegaskan bahwa Israel dan Palestina sama-sama harus mempunyai tempat dalam penyelesaian damai, serta menyatakan restorannya terbuka bagi pelanggan dari berbagai latar belakang agama.

Elenani juga mengaku menerima ancaman pembunuhan setelah kontroversi menu restoran mencuat. Sebagai bagian dari upaya membangun hubungan antarkomunitas, jaringan Ayat kemudian menyelenggarakan jamuan Sabat gratis yang dihadiri lebih dari seribu orang, termasuk warga Yahudi pro-Palestina dan kelompok antizionis.

Sementara itu, kontroversi yang melibatkan Mamdani pada 7 Oktober tidak berhenti pada kunjungannya ke restoran Palestina. Associated Press melaporkan bahwa pernyataan resmi wali kota untuk memperingati serangan Hamas justru memicu kemarahan sebagian tokoh komunitas Yahudi dan pejabat Israel.

Baca Artikel Selengkapnya