Jakarta, CNN Indonesia --
Dinas intelijen Iran dilaporkan menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Jerman, termasuk Pangkalan Udara Ramstein dan Spangdahlem.
Laporan ini muncul di tengah kekhawatiran akan potensi serangan terselubung yang berkaitan dengan konflik Iran, lapor media Jerman, WirtschaftsWoche, pada Kamis (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel telah memperingatkan mitranya di AS dan Jerman mengenai potensi ancaman tersebut sekitar tiga minggu sebelumnya.
Laporan itu mengutip sejumlah pejabat intelijen Barat yang tidak disebutkan namanya. Mereka menyebut pangkalan-pangkalan yang mendukung operasi militer dan logistik AS terkait konflik Iran menjadi fokus kekhawatiran.
Kedutaan Besar Iran dan Israel di Berlin belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jerman menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
Juru bicara Komando Eropa AS (USEUCOM) mengatakan pihaknya tidak dapat membahas informasi intelijen maupun laporan mengenai ancaman spesifik dan langkah-langkah perlindungan pasukan.
"Tidaklah tepat untuk membahas masalah intelijen, dan kami tidak akan berkomentar mengenai laporan ancaman spesifik atau langkah-langkah perlindungan pasukan," katanya.
"Komando Eropa AS tetap waspada dan terus memantau situasi keamanan di seluruh wilayah Eropa," tambahnya.
Secara terpisah, seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Jerman telah memantau peningkatan aktivitas Iran selama beberapa minggu terakhir. Namun, sumber itu tidak secara khusus mengonfirmasi informasi yang dimuat WirtschaftsWoche.
Pada Senin (5/10), AS menyatakan bahwa ancaman terkait Iran mendorong penarikan pesawat pengebom B-1 milik AS dari Pangkalan Udara RAF Fairford di Inggris.
(mge/bac)

50 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·