Laporan: IDF Sebut Sembilan WNI Baik-Baik Saja, Bakal Dibebaskan

1 jam yang lalu 6

Massa menggelar aksi menyerukan pembebasan aktivis kemanusiaan yang diculik Zionis Israel dalam missi Global Sumud Flotilla (GSF), di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Pihak pasukan penjajahan Israel (IDF) dilaporkan mengeklaim bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang mereka bawa dari perairan internasional saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Ini terkait status relawan dan jurnalis Indonesia yang dianggap bukan ancaman. 

"Saya pastikan kami memperlakukan mereka dengan baik karena kami adalah sebuah negara, bukan organisasi teroris," kata Staf urusan Pers Internasional di Israel Defense Forces (IDF), Lihi, dilansir albalad.co, Rabu (20/5/2026). 

Staf IDF kemudian mencontohkan saat Israel menahan para aktivis Armada Global Sumud akhir bulan lalu, mereka diberi makan. Staf itu menambahkan sembilan warga Indonesia itu bakal segera dideportasi. 

Albalad juga mengutip seorang anggota parlemen Israel alias Knesset menjanjikan semua relawan dan jurnalis Indonesia akan segera dibebaskan. "Kami tidak berkepentingan menahan mereka lebih lama dan mereka akan segera dideportasi," kata politikus dari Partai Yesh Atid yang tak ingin disebut namanya itu kepada Albalad

Mantan wakil direktur Mossad itu menambahkan sembilan warga Indonesia tidak mengalami luka-luka sama sekali. Ia mengeklaim sembilan WNI ditangkap tanpa kekerasan. "Saya berharap mereka tidak bertindak bodoh seperti itu lagi," ujarnya. 

Republika telah mengontak pengelola situs Albalad.co dan ia mengeklaim keabsahan pernyataan yang ia dapat melalui saluran telepon WhatsApp tersebut. Menurutnya, para WNI berpotensi dilepas karena tak terhubung dengan kelompok perlawanan Palestina dan belum pernah menginjakkan kaki di Gaza.

Israel sejauh ini telah menculik sembilan warga Indonesia, termasuk empat wartawan. Mereka ditangkap di perairan internasional dekap Siprus, sekitar 250 mil laut dari Gaza. DI antara yang ditangkap adalah dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai. 

Selain itu ada Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, wartawan TV Tempo Andre Prasetyo, koresponden Nugroho Rahendro Herubowo. 

Kemudian Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa serta Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqsa dan Hendro Prasetyo dari Smart 171.

Baca Artikel Selengkapnya