Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 4,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,1 triliun.
Pertumbuhan ini diikuti dengan penyaluran kinerja kredit serta pendanaan yang solid, dengan total kredit naik 5,6 persen (yoy) mencapai Rp994 triliun dan total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,3 persen (yoy) mencapai Rp1.292,4 triliun.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden.
Lebih lanjut, kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, meningkat 7,8 persen (yoy).
Seiring komitmen menjalankan prinsip environmental, social, and governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0 persen (yoy) menjadi Rp258,4 triliun, atau setara 26,0 persen dari total portofolio pembiayaan BCA.
Capaian ini didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12 persen (yoy) dengan outstanding Rp146 triliun, mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional.
Sementara itu, kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7 persen (yoy) mencapai Rp113 triliun, salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5 persen (yoy).
Perseroan menyampaikan komitmennya untuk mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin dalam penyaluran kredit.
Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing 5,1 persen dan 1,8 persen. Sementara rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7 persen dan 174,6 persen.
Dari sisi pendanaan, perseroan mencatat dana giro dan tabungan (CASA) mencapai Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen (yoy). Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total DPK BCA.
Menurut perseroan, kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan nondigital.
Dari sisi indikator likuiditas dan pendanaan, perseroan mencatat loan to deposit ratio (LDR) sebesar 74,1 persen, net stable funding ratio (NSFR) sebesar 159,9 persen, dan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 305,7 persen.
Sementara dari sisi profitabilitas, net interest margin (NIM) tercatat sebesar 5,4 persen, dengan return on assets (ROA) sebesar 4,1 persen dan return on equity (ROE) sebesar 25,1 persen, didukung oleh permodalan yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) pada level 27 persen.
Baca juga: Laba Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen capai Rp15,4 T di kuartal I 2026
Baca juga: BRI siap pacu kredit 2026, didukung kuatnya likuiditas dan permodalan
Baca juga: Permata Bank siap bagi dividen tahun buku 2025 sebesar Rp1,26 triliun
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·