Laba konsolidasi Bank SMBC Indonesia naik 40,3 persen pada semester I

2 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - PT Bank SMBC Indonesia Tbk membukukan laba bersih setelah pajak konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,4 triliun pada semester I tahun 2026, meningkat 40,3 persen secara tahunan (yoy), termasuk hasil pengalihan portofolio kredit pensiun.

Sementara itu, laba bersih setelah pajak Bank SMBC Indonesia secara bank only tumbuh 86 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,066 triliun pada periode tersebut.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan kinerja semester I 2026 mencerminkan komitmen perseroan untuk terus membangun fondasi bisnis yang semakin kuat agar mampu bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dalam dan luar negeri, serta di industri perbankan.

“Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna,” kata Henoch.

Adapun total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi tumbuh 4,7 persen (yoy) menjadi Rp245,5 triliun pada akhir Juni 2026. Sementara penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp185,3 triliun per akhir Juni 2026.

Penyaluran kredit didukung oleh pertumbuhan di sejumlah segmen bisnis utama seperti kredit korporasi dan komersial sebesar 12,8 persen (yoy), kredit di segmen digital savvy melalui layanan Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 9,9 persen (yoy), serta pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) sebesar 8,7 persen (yoy). Sementara itu, pembiayaan Grup OTO meningkat 5,8 persen (yoy).

Seiring dengan pertumbuhan aktivitas bisnis, Bank SMBC Indonesia mencatatkan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp8,6 triliun pada semester I 2026 yang berasal dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1,0 triliun.

Di sisi lain, biaya kredit konsolidasi SMBC Indonesia turun 14,8 persen (yoy) menjadi Rp2,1 triliun, sejalan dengan penerapan manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif dengan menjaga tingkat pencadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya