Banjarmasin (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan (Kalsel) telah terealisasi sekitar Rp2,69 triliun untuk 37.385 debitur selama semester I 2026, dengan sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar.
"Realisasi tersebut mencapai 43,04 persen dari total pagu Rp5,15 triliun. Capaian ini menunjukkan keberlanjutan dukungan pembiayaan pemerintah bagi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah,” kata Kepala Kantor Wilayah DJPb Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Kamis.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, hingga 30 Juni 2026 penyaluran KUR secara konvensional mencapai Rp2,58 triliun atau 95,98 persen dari total realisasi, sedangkan KUR syariah sebesar Rp108,37 miliar atau 4,02 persen.
Secara nasional, Kalimantan Selatan berada pada peringkat ke-17 dan menempati posisi kedua di regional Kalimantan berdasarkan realisasi penyaluran KUR.
Baca juga: Penyaluran KUR Perumahan BRI per Juli capai 88,3 persen dari target
Catur menyebutkan sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai Rp948,52 miliar atau 35,22 persen kepada 16.383 debitur. Sementara berdasarkan skema pembiayaan, KUR mikro mendominasi penyaluran sebesar Rp1,74 triliun atau 64,48 persen kepada 33.676 debitur.
Dari sisi wilayah, Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran KUR tertinggi sebesar Rp480,86 miliar kepada 5.275 debitur. Selanjutnya Kabupaten Tanah Bumbu dengan realisasi Rp348,33 miliar kepada 3.497 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp278,85 miliar kepada 4.416 debitur.
Berdasarkan lembaga penyalur, BRI membukukan realisasi KUR terbesar dengan nilai Rp1,80 triliun kepada 32.308 debitur. Kemudian Bank Mandiri menyalurkan Rp278,01 miliar kepada 2.232 debitur, sedangkan BNI sebesar Rp237,62 miliar kepada 778 debitur.
Selain KUR, DJPb Kalsel mencatat penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) hingga semester I 2026 mencapai Rp30,95 miliar kepada 5.547 debitur yang terdiri atas skema konvensional sebesar Rp5,38 miliar dan syariah sebesar Rp25,57 miliar.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·