Bumi yang kita pijak hari ini bukanlah milik kita semata, melainkan titipan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Dalam pandangan agama, alam semesta adalah amanah dari Allah yang harus dipelihara dengan sebaik-baiknya. Namun dalam realitas modern, salah satu tantangan terbesar dalam menjaga bumi adalah meningkatnya penggunaan plastik yang tidak terkendali.
Untuk itu, Khutbah Jumat ini berjudul, “Khutbah Jumat: Menjaga Bumi dengan Mengurangi Plastik Sekali Pakai”, Untuk mencetak naskah khutbah ini, silahkan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini. Semoga bermanfaat.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ، خَلَقَ الْأَرْضَ لِعِبَادِهِ دَارَ سَلَامٍ، وَنَهَانَا عَنِ الْفَسَادِ فِيهَا وَالْإِجْرَامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ خَيْرُ الْأَنَامِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ مَنِ اهْتَدَى اللّٰهُ إِلَى الِإسْلَامِ. فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ عَلَى الدَّوَامِ، وَ قَدْ قَالَ فِى كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Segala puji dan rasa syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas semua nikmat, karunia, dan keberuntungan yang telah diberikan kepada kita. Dengan rahmat dan kuasa Allah, kita masih diberi kesempatan untuk hidup dengan aman, nyaman, dan segala kebutuhan yang tercukupi.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, kerabat, serta para ulama yang telah berjuang menegakkan ajaran Islam di seluruh penjuru dunia. Semoga Allah SWT membalas semua perjuangan mereka dengan pahala yang berlipat ganda.
Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada kita semua agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Salah satu wujud ketakwaan tersebut adalah bersikap adil kepada sesama manusia, serta kepada hewan, tumbuhan, dan seluruh makhluk di alam ini tanpa terkecuali.
Sebab Allah SWT telah menegaskan dalam surat Al-Ma’idah ayat 8 bahwa kita diperintahkan untuk berlaku adil, dan sesungguhnya keadilan itu lebih dekat kepada ketakwaan.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh allah,
Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat produksi dan konsumsi plastik yang tinggi di dunia. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) serta Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sampah plastik di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 64 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,2 juta ton diduga berakhir di laut.
Sementara itu, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa total timbulan sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 17% atau sekitar 11,6 juta ton merupakan sampah plastik. Selain itu, sekitar 12% dari total sampah tersebut, atau sekitar 7,68 juta ton, terdiri dari plastik yang sulit terurai secara alami.
Kenyataan ini, seharusnya membuat kita sadar dan peduli, bahwa kondisi alam kita tengah terancam oleh limbah sampah yang merusak lingkungan. Utamanya sampah plastik yang berdampak merusak alam secara permanen karena sifatnya yang distruktif, sulit terurai (walaupun ratusan tahun), mencemari tanah dan air, serta melepaskan zat kimia berbahaya.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh allah,
Padahal dalam Islam, menjaga kelestarian alam untuk kemaslahatan merupakan kewajiban manusia yang dititahkan oleh Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi. Tugas ini termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 30:
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً
Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan (manusia) khalifah di bumi.”
Manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga keseimbangan alam di bumi telah ditetapkan oleh Allah SWT sejak penciptaan Nabi Adam AS. Secara praktis, salah satu tujuan penetapan tersebut adalah agar manusia senantiasa menjaga ekosistem alam secara keseluruhan sebagai bagian dari upaya menegakkan ketentuan-ketentuan Allah SWT.
Syekh Alauddin Ali bin Muhammad al-Baghdadi, yang lebih dikenal dengan nama Al-Khazin, dalam kitab Lubāb at-Ta’wīl fī Ma‘ānī at-Tanzīl, jilid I halaman 35 menjelaskan alasan manusia disebut sebagai khalifah. Menurutnya, kedudukan manusia sebagai khalifah mengandung tanggung jawab besar untuk menjaga dan menjalankan hukum-hukum Allah di kehidupan dunia, termasuk menjaga keseimbangan alam semesta.
وَالصَّحِيْحُ إِنَّهُ إِنَّمَا سُمِيَ خَلِيْفَةٌ لِأَنَّهُ خَلِيْفَةُ اللّٰهِ فِي أَرْضِهِ لِإِقَامَةِ حُدُوْدِهِ وَتَنْفِيْذِ قَضَايَاهُ
Artinya: “Dan yang benar, bahwasanya (manusia) dinamakan sebagai khalifah, sebab mereka merupakan khalifah Allah (yakni: wakil Allah) di muka bumi, yang bertugas untuk menegakkan ketentuan Allah dan memenuhi segala perintah-Nya.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Menegakkan ketentuan Allah SWT, selain melalui amar ma’ruf nahi mungkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) di antara sesama manusia, juga mencakup upaya menjaga kelestarian alam dengan tidak merusaknya dalam bentuk apa pun. Sebab alam, khususnya bumi yang menjadi tempat tinggal kita, merupakan salah satu mahakarya Tuhan yang harus senantiasa dijaga dan dilestarikan.
Hal ini dipertegas oleh Allah SWT, dalam QS. Al-A’raf ayat 56:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah per tahun, termasuk kurang lebih 7,68 juta ton sampah plastik yang berbahaya bagi lingkungan dan bagi diri kita sendiri, maka sudah saatnya kita mulai mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk menjaga bumi kita dari ancaman kerusakan.
Upaya mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari, seperti membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang (tumbler), membawa wadah makanan sendiri, serta memilah barang-barang yang masih layak pakai untuk digunakan kembali.
Demikian pula, baik di rumah, di masjid, maupun di lingkungan masyarakat, kita dapat membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap alam dengan tidak membuang sampah sembarangan.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
---------------
Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman

2 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·