Bangunan gedung hancur setelah serangan udara Israel menghantam Dahieh, Beirut, Lebanon, Rabu (6/5/2026) waktu setempat. Serangan udara Israel menyebabkan kerusakan parah di Beirut, Lebanon, menghancurkan bangunan pemukiman, infrastruktur, dan kendaraan. Lebih dari 2.700 warga Lebanon tewas dan 8.310 lainnya terluka akibat serangan Israel. Unit Manajemen Bencana Lebanon menyatakan, lebih dari 31.530 keluarga telah mengungsi ke tempat penampungan kolektif sejak eskalasi dimulai pada 2 Maret.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Tasnim pada Senin (1/6/2026) melaporkan bahwa Iran memutuskan untuk menghentikan sementara semua proses perundingan dengan Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk protes terhadap rezim zionis Israel yang terus membombardir Lebanon dan Gaza. Dilansir Mehr News, keputusan Iran itu sejalan dengan prasyarat gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya sehingga tim negosiasi menghentikan sementara "dialog dan pertukaran teks lewat mediator."
Pejabat dan negosiator Iran menegaskan bahwa penghentian segara agresi dan operasi brutal rezim zionis di Gaza dan Lebanon dan perlunya penarikan pasukan Israel keluar dari wilayah pendudukan di Lebanon menjadi tuntutan mereka, dan menegaskan tidak akan pembicaraan lanjutan hingga Iran dan aliansi perlawanan setuju atas respons terhadap tuntutan itu.
Selain itu, Front Perlawanan dan Iran memblokir penuh Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab al-Mandab Strait, dalam rangka menghukum zionis dan pendukungnya.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·