Iran Ancam Tutup Selat Bab Al-Mandeb Usai Tangguhkan Perundingan Damai dengan AS

1 jam yang lalu 3

Dalam gambar yang disediakan oleh Angkatan Laut AS, kapal pendarat amfibi USS Carter Hall dan kapal serbu amfibi USS Bataan transit di selat Bab al-Mandeb pada 9 Agustus 2023. Komandan tertinggi angkatan laut AS di Timur Tengah mengatakan Yaman Pemberontak Houthi tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri serangan “sembrono” mereka terhadap kapal komersial di Laut Merah.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Perundingan perdamaian yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tetancam bubar jalan. Tasnim pada Senin (1/6/2026) melaporkan bahwa Iran memutuskan untuk menghentikan sementara semua proses perundingan dengan AS sebagai bentuk protes terhadap rezim zionis Israel yang terus membombardir Lebanon dan Gaza.

Dilansir Mehr News, tim negosiasi menghentikan sementara "dialog dan pertukaran teks lewat mediator." Pejabat dan negosiator Iran menegaskan bahwa penghentian segara agresi dan operasi brutal rezim zionis di Gaza dan Lebanon dan perlunya penarikan pasukan Israel keluar dari wilayah pendudukan di Lebanon menjadi tuntutan mereka, dan menegaskan tidak akan pembicaraan lanjutan hingga Iran dan aliansi perlawanan setuju atas respons terhadap tuntutan itu.

Selain itu, Front Perlawanan dan Iran juga mengancam akan memblokir penuh Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab al-Mandab Strait, dalam rangka menghukum zionis dan pendukungnya.

Baca Artikel Selengkapnya