Israel Persenjatai Siprus, Mengapa Turki Semakin Waspada?

49 menit yang lalu 1

JAKARTA -- Israel memperluas kerja sama persenjataan dengan Siprus melalui pengadaan kapal patroli militer baru yang dilengkapi sistem persenjataan canggih buatan industri pertahanan Israel. Kesepakatan tersebut menambah kekuatan militer Republik Siprus setelah negara itu memperoleh sistem pertahanan udara Barak MX, sementara Turki memperingatkan bahwa peningkatan persenjataan dan kerja sama militer Siprus dengan negara lain dapat mengganggu keseimbangan keamanan di kawasan Mediterania Timur.

Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan kesepakatan pengadaan kapal patroli lepas pantai atau offshore patrol vessel (OPV) yang akan dibangun Israel Shipyards dan dilengkapi sistem pertahanan maritim buatan Rafael Advanced Defense Systems. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel Amir Baram dan pejabat tinggi Kementerian Pertahanan Siprus Stelios Kountouris.

Dalam kesepakatan yang dilaporkan media Israel pada Senin (26/10/2026), kedua negara juga menyetujui peningkatan sistem persenjataan pada kapal patroli Siprus yang telah digunakan sebelumnya. Kerja sama itu memperluas kemampuan pengawasan dan pengamanan wilayah laut Siprus di tengah meningkatnya aktivitas militer negara-negara kawasan.

Kesepakatan terbaru tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Angkatan Laut Israel dan Yunani menggelar latihan gabungan di Laut Mediterania. Latihan yang diumumkan pada Sabtu (24/10/2026) melibatkan kapal perang berpeluru kendali serta sejumlah unsur tempur Angkatan Laut kedua negara.

Militer Israel menyebut latihan itu mencakup berbagai skenario operasi, termasuk identifikasi dan penanggulangan ancaman maritim, pelayaran bersama, hingga simulasi penghancuran kapal musuh menggunakan rudal.

Bagi Turki, perkembangan tersebut menjadi bagian dari peningkatan kerja sama pertahanan antara Israel, Yunani, dan Republik Siprus yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Ketiga negara memperluas latihan militer, perdagangan persenjataan, dan kerja sama keamanan maritim di kawasan yang juga menjadi pusat perselisihan mengenai batas laut, sumber daya energi, serta status politik Pulau Siprus.

Ankara sebelumnya memperingatkan bahwa penguatan persenjataan Siprus berpotensi mengganggu keseimbangan keamanan yang masih rapuh. Pemerintah Turki juga menegaskan akan terus mengambil langkah yang dianggap diperlukan untuk melindungi masyarakat Siprus Turki di bagian utara pulau tersebut.

Namun, peningkatan kerja sama pertahanan Israel dan Siprus tidak otomatis berarti kedua negara telah membentuk aliansi militer untuk menyerang Turki. Perjanjian yang diumumkan secara resmi terutama berkaitan dengan pengadaan peralatan pertahanan, peningkatan kemampuan operasional, dan kerja sama keamanan.

Kapal Perang Baru Israel untuk Siprus

Kesepakatan terbaru Israel dan Siprus melibatkan dua perusahaan utama industri pertahanan Israel, yakni Israel Shipyards dan Rafael Advanced Defense Systems.

Israel Shipyards akan bertanggung jawab membangun kapal patroli baru, sedangkan Rafael menyediakan sejumlah perangkat pertahanan dan persenjataan yang akan dipasang pada kapal tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan Israel, kapal baru itu dirancang memperkuat kemampuan Angkatan Laut Siprus dalam melaksanakan patroli, pengawasan wilayah maritim, dan operasi pencarian serta penyelamatan.

Dalam kesepakatan yang sama, Israel juga akan meningkatkan kemampuan kapal patroli IOANNIDES yang sebelumnya dibangun Israel Shipyards dan telah digunakan Angkatan Laut Siprus.

Kapal tersebut merupakan salah satu aset militer penting bagi negara kepulauan yang terletak di persimpangan Mediterania Timur dan kawasan Timur Tengah.

Peningkatan sistem pada kapal lama menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan Israel dan Siprus tidak hanya difokuskan pada penambahan jumlah kapal. Kedua negara juga berupaya memperpanjang kemampuan operasional peralatan yang telah dimiliki melalui modernisasi sistem tempur.

Media ekonomi Israel Calcalist sebelumnya melaporkan bahwa kesepakatan kapal patroli tersebut berpotensi bernilai sekitar 150 juta euro. Namun, Kementerian Pertahanan Israel tidak mengumumkan nilai kontrak final dalam pernyataan resminya.

Karena itu, angka tersebut masih perlu diperlakukan sebagai perkiraan yang dilaporkan media, bukan nilai final yang telah dikonfirmasi pemerintah.

Kesepakatan kapal patroli menambah daftar kerja sama persenjataan Israel dengan Siprus setelah sebelumnya Israel Aerospace Industries memasok sistem pertahanan udara Barak MX.

Perkembangan itu memperlihatkan bahwa Siprus sedang memperkuat pertahanannya melalui kombinasi sistem udara dan maritim, dua sektor yang penting bagi negara dengan wilayah terbatas tetapi berada di kawasan yang mempunyai persaingan geopolitik tinggi.

Barak MX, Senjata Israel yang Membuat Ankara Bereaksi

Sistem pertahanan udara Barak MX menjadi salah satu sumber utama kekhawatiran Turki terhadap penguatan militer Siprus.

Pada September 2025, laporan mengenai kedatangan sistem tersebut memicu peringatan keras dari Kementerian Pertahanan Turki. Ankara menyatakan upaya peningkatan persenjataan oleh pemerintah Republik Siprus berpotensi mengganggu keseimbangan keamanan di pulau yang masih terbagi.

Reuters pada 18 September 2025 melaporkan bahwa pejabat Turki memantau perkembangan tersebut dan menegaskan kesiapan mengambil langkah untuk melindungi keamanan wilayah Siprus utara.

Pemerintah Turki menilai peningkatan persenjataan yang tidak disertai penyelesaian politik dapat memperburuk hubungan antara komunitas Siprus Yunani dan Siprus Turki.

Barak MX dikembangkan Israel Aerospace Industries atau IAI sebagai sistem pertahanan udara terpadu yang mampu menghadapi berbagai jenis ancaman.

Sistem tersebut dirancang menghadapi pesawat tempur, drone, rudal jelajah, serta ancaman rudal tertentu melalui kombinasi radar, perangkat komando dan kendali, serta rudal pencegat.

Menurut spesifikasi Israel Aerospace Industries, keluarga rudal Barak MX terdiri atas beberapa varian dengan kemampuan jangkauan berbeda.

Barak SR mempunyai jangkauan sekitar 15 kilometer, Barak MR sekitar 35 kilometer, Barak LR sekitar 70 kilometer, dan Barak ER mencapai sekitar 150 kilometer.

Namun, jangkauan maksimum 150 kilometer merupakan kemampuan varian tertentu dalam keluarga Barak MX. Angka tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua sistem atau seluruh rudal yang telah diterima Siprus memiliki jangkauan identik.

Konfigurasi persenjataan dan jumlah rudal yang secara resmi dipasang Siprus belum seluruhnya dipublikasikan.

Kehadiran Barak MX menandai perubahan dari sistem pertahanan udara era Soviet yang sebelumnya menjadi tulang punggung kemampuan Siprus, termasuk Tor-M1 dan Buk-M1.

Bagi Nicosia, modernisasi tersebut diperlukan untuk menghadapi perkembangan ancaman udara dan keterbatasan perawatan sistem lama.

Namun, dari sudut pandang Ankara, kehadiran sistem dengan kemampuan radar dan pencegatan yang lebih maju dapat memengaruhi perhitungan operasi udara di sekitar pulau, terutama karena jarak geografis Siprus dengan wilayah Turki relatif dekat.

Baca Artikel Selengkapnya