Israel Dilaporkan Siapkan Serangan ke Iran

1 jam yang lalu 1

Jet tempur F-15I dan F-35I Angkatan Udara Israel terbang bersama pembom B-52 AS selama latihan pada 4 Maret 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Seorang Mayor Jenderal yang juga dikenal dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Uzi Dayan dalam sebuah wawancara televisi mengatakan bahwa Israel mempersiapkan serangan pendahuluan terhadap Iran, lantaran diperlukan sebagai kebebasan aksi militer atas apa yang dia sebut sebagai ancaman.

Dalam asesmennya dikutip Middle East Monitor, Rabu (19/8/2026), Israel saat ini berada dalam "perang demi eksistensinya", sembari mengingatkan bahwa negaranya tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada Amerika Serikat (AS) dalam berurusan dengan Iran.

Pernyataan Uzi Dayan di tengah terus berlanjutnya ketegangan atas program nuklir dan kapabilitas militer Iran, dan meningkatkan perdebatan di Israel soal apakah negara itu bisa melancarkan aksi militer independen jika AS tidak mau mengambil langkah yang dinilai Tel Aviv mencukupi.

Blokade darat

Pada akhir bulan lalu, AS dan Israel dilaporkan tengah mempertimbangkan penerapan blokade darat terhadap Iran sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut, menurut laporan The Telegraph pada Jumat (31/8/2026). Laporan itu menyebutkan bahwa kemungkinan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu di Ruang Oval, Gedung Putih, pekan ini.

Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan. Menurut laporan itu, keberhasilan rencana tersebut bergantung pada dukungan negara-negara tetangga Iran dan para sekutunya di kawasan.

Negara-negara tersebut kemungkinan akan diminta menutup jalur perbatasan guna menghambat arus barang yang masuk dan keluar dari Iran. Namun, pemerintah AS menyadari bahwa sejumlah negara, seperti Pakistan dan Irak, kemungkinan tidak akan bersedia mendukung langkah tersebut.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa negara-negara yang memutuskan untuk mengikuti kebijakan Washington tersebut berpotensi menghadapi konsekuensi ekonomi dan keamanan jika Iran mengambil tindakan balasan.

sumber : Antara, Sputnik

Baca Artikel Selengkapnya