Israel Cap Film NAZA soal Jalur Gaza Pengkhianatan Terhadap Negara

2 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar menyerukan agar Yuval Abraham dan Rachel Szor, dua warga Israel yang menjadi sutradara film dokumenter terkait kebrutalan di Jalur Gaza Palestina, NAZA, dicabut kewarganegaraannya.

Dalam pernyataan di media sosial X pada Minggu (13/9), Zohar mengkritik dua sutradara film dokumenter NAZA yang mengungkap bagaimana Israel menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membombardir Jalur Gaza dan menewaskan puluhan ribu warga sipil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Film berdurasi 80 menit tersebut dibuat dari hasil wawancara dengan 24 informan militer dan intelijen Israel. Film yang disutradarai Abraham dan Szor itu memenangkan penghargaan juri di Festival Film Venesia.

Menurut Zohar, pembuatan film tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Israel. Ia menyebut kedua sutradara rela "menyakiti tanah air demi mendapat tepuk tangan dari anti-Semit di seluruh dunia".

"Sebagai menteri kebudayaan, saya akan segera bertindak untuk mencabut kewarganegaraan Israel dari para pembuat film tercela ini karena telah mengkhianati negara," ucap Zohar.

Selain Zohar, menteri-menteri Israel lainnya juga mengecam kedua sutradara yang memenangkan Oscar pada 2025 untuk film mereka yang berjudul "No Other Land". Film tersebut menceritakan aksi keji para pemukim Israel di Tepi Barat, Palestina.

"Kalian adalah aib dan memalukan bagi seluruh rakyat Israel. Enyahlah!" kata Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir, seperti dikutip AFP.

Pencabutan kewarganegaraan secara hukum dimungkinkan di Israel, meskipun jarang diterapkan.

Pada 2022, Mahkamah Agung menegaskan bahwa negara dapat mencabut kewarganegaraan seseorang jika mereka gagal menunjukkan "kesetiaan", misalnya dengan melakukan tindakan spionase atau pengkhianatan.

Undang-undang pencabutan kewarganegaraan juga diperluas pada 2023 untuk diterapkan pada orang-orang yang dihukum karena "terorisme".

Undang-undang ini mengharuskan menteri dalam negeri untuk mengajukan permohonan pencabutan kewarganegaraan, yang selanjutnya perlu disetujui menteri kehakiman, dan disahkan oleh hakim.

Salah satu sutradara, Abraham, sempat menjelaskan bahwa intelijen Israel anonim yang mereka ajak bicara mengungkap bagaimana pembunuhan massal di Palestina dilakukan dengan perencanaan alih-alih kecelakaan. Tujuannya ialah "dehumanisasi total warga Palestina."

Militer Israel mengecam keras penggunaan kesaksian anonim dalam film NAZA. Mereka menegaskan para narasumber tidak bisa diverifikasi identitas dan kesaksiannya.

Para pejabat dan militer Israel sejak lama mengeklaim tidak mengincar warga sipil. Mereka berdalih serangan yang menewaskan warga akibat kecelakaan alih-alih kesengajaan.

Agresi brutal Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 73 ribu orang, termasuk anak-anak dan perempuan. Nyaris seluruh wilayah Gaza kini hancur lebur dan warga yang tersisa mengungsi.

(blq/rds)

Baca Artikel Selengkapnya