Sutrada NAZA, Rachel Szor (kiri) dan Yuval Abraham berpose di Festival Film Venice, di Venice, Italia, Kamis (10/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV -- Otoritas Israel meradang. Menteri Kebudayaan Miki Zohar menuduh pembuat film Yuval Abraham dan Rachel Szor melakukan pengkhianatan dengan pembuatan video 'NAZA', dokumenter Gaza.
Pada Ahad malam, ia menyerukan pencabutan kewarganegaraan keduanya yang mengungkap dugaan pembunuhan warga sipil di Gaza oleh Israel dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Film ini telah memenangkan penghargaan khusus juri di Festival Film Venesia.
"Rasa benci yang mendalam para produser—yang rela menyakiti tanah air mereka demi tepuk tangan dari kaum antisemit di seluruh dunia—sungguh tidak masuk akal dan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara," ujar Zohar dalam sebuah pernyataan.
Zohar juga menyatakan bahwa sebagai Menteri Kebudayaan, ia akan segera bertindak untuk mencabut kewarganegaraan Israel dari sutradara-sutradara tercela ini atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara.
Menteri-menteri Israel lainnya juga mengecam sutradara tersebut, yang sebelumnya memenangkan Oscar pada 2025 untuk film mereka, "No Other Land," yang mengangkat isu kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat.
"Kalian adalah aib dan memalukan bagi seluruh rakyat Israel. Pergilah!" ujar Menteri Keamanan Nasional dari kubu sayap kanan jauh, Itamar Ben-Gvir, melalui platform X.
"Saya yakin teman-teman Anda—yaitu musuh kita, Hamas di Gaza—akan menyambut Anda dengan tangan terbuka," lanjutnya.

58 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·