REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk berhenti menyerang infrastruktur bahan bakar diesel milik Rusia. Menurutnya, tindakan tersebut dapat berimbas pada menyusutnya pasokan diesel global.
"Tuan Zelensky harus melakukan satu hal: Dia harus berhenti menghantam bahan bakar diesel di Rusia," kata Trump kepada awak media di sela-sela kunjungannya ke acara Irish Open yang digelar di lapangan golf milik keluarganya di barat Irlandia, Ahad (13/9/2026), dikutip laman The Moscow Times.
Trump menambahkan, dia telah menyampaikan hal tersebut secara langsung kepada Zelensky. “Kami berbicara dengan Bapak Zelensky tentang hal itu. Ada banyak target lainnya. Jangan menghantam bahan bakar diesel,” ujarnya.
Menurut Trump, menyusutnya pasokan bahan bakar diesel tidak terjadi akibat situasi di Timur Tengah. “Ini dilakukan oleh apa yang terjadi dengan Rusia dan Ukraina," ucapnya.
Selama beberapa bulan terakhir, Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) ke kilang minyak Rusia. Hal itu mengakibatkan menurunnya produksi BBM di negara tersebut.
Ukraina menyatakan bahwa kilang minyak Rusia merupakan target militer yang sah. Rusia diketahui turut melancarkan serangan ke infrastruktur energi Ukraina.
Menurut dokumen rancangan pemerintah yang diperoleh Reuters, Rusia menurunkan perkiraan produksi minyaknya tahun ini ke level terendah dalam 17 tahun. Moskow pun merevisi prospek ekspor bahan bakarnya untuk 2026 dan 2027 akibat perang.
Saat ini harga rata-rata BBM jenis solar atau diesel secara nasional di AS telah naik lebih dari 6 dolar per galon untuk pertama kalinya pada Kamis (10/9/2026). Hal itu terpantau menurut platform pelacak harga, yakni GasBuddy.
Sementara itu Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pernyataan dan upaya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk melancarkan serangan ke infrastruktur energi Rusia memperlihatkan upaya lain meningkatkan ketegangan. "Rencana 40 hari untuk memberikan pukulan telak kepada Rusia dan ekonominya telah disebutkan berkali-kali. Itu adalah langkah eskalasi yang signifikan. Pernyataan terbaru ini berada dalam nada eskalasi yang sama," ucap Peskov pada Ahad, dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.
Kendati demikian, Peskov menyebut, negosiasi tripartit antara Rusia, Ukraina, dan AS dalam rangka mengakhiri perang Moskow dengan Kiev masih mungkin berlangsung. “Kami tidak mengesampingkan kemungkinan seperti itu; kami berbicara tentang masa depan yang akan datang," ujarnya.
Rusia dan Ukraina telah melangsungkan beberapa putaran negosiasi untuk mengakhiri konflik. Namun semua perundingan tersebut berujung kegagalan.
Dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Sabtu (12/9/2026), Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa dia bersedia bertemu dan bernegosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT G20 di Miami pada Desember 2026 mendatang.
Namun Dmitry Peskov segera mematahkan harapan Zelensky dengan menyatakan bahwa pertemuan dengan Putin di Miami adalah hal yang tidak mungkin dilaksanakan. Dia menegaskan bahwa pertemuan negosiasi hanya dapay dilangsungkan di Moskow.

37 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·