Ketika Tentara AS Menginjakkan Kaki untuk Pertama Kali di Iran Sejak 46 Tahun

1 jam yang lalu 3

Koran Hamshahri yang terbit di Iran menampilkan ilustrasi tentara Amerika Serikat menjadi sandera, Senin (17/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Rekaman video yang baru saja dibuka untuk publik mengungkap keberadaan pasukan AS beroperasi jauh di dalam wilayah Iran dalam sebuah misi penyelamatan pada April lalu. Saat itu pasukan AS, hendak mengevakuasi dua penerbang Amerika, pesawat F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh Iran di dekat Isfahan.

"Lebih dari 90 personel militer AS dikerahkan di lapangan, sementara ratusan personel lainnya berada di udara dan ribuan lainnya mendukung operasi tersebut," demikian disampaikan Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper kepada program '60 Minutes' di CBS.

Ia menyebut pengerahan ini sebagai kehadiran pasukan darat AS pertama yang diakui secara resmi di Iran dalam kurun waktu 46 tahun.

Pesawat F-15E dengan dua awak—yang nilainya ditaksir CBS sekitar 30 juta dolar AS—ditembak jatuh pada 3 April oleh rudal panggul Iran seharga sekitar 100.000 dolar AS ketika sedang melancarkan serangan terhadap fasilitas drone Teheran di sebelah selatan Isfahan.

Dilansir RT, kedua awak pesawat, yang identitasnya hanya diketahui melalui kode panggilan misi "Alpha" dan "Bravo," berhasil melontarkan diri dan mendarat di lokasi yang berjarak sekitar lima mil satu sama lain.

Alpha, sang pilot, berhasil dievakuasi beberapa jam kemudian setelah AS mengerahkan 21 pesawat ke wilayah Iran. Helikopter Amerika sempat mendapat serangan saat proses evakuasi berlangsung. Satu helikopter terkena tembakan senjata ringan yang melukai sejumlah awaknya.

Sebuah pesawat A-10 yang turut serta dalam pencarian juga terkena tembakan, sehingga pilotnya terpaksa melontarkan diri setelah berhasil keluar dari wilayah udara Iran.

Sementara "Bravo", sang perwira sistem persenjataan, berada di Iran selama sekitar dua hari. Ia mengalami patah tulang punggung, lengan, dan bahu saat melontarkan diri. Pasukan Iran sedang mencarinya sementara Washington melancarkan upaya evakuasi kedua yang jauh lebih besar.

Baca Artikel Selengkapnya