Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengancam perang bisa meluas apabila Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melancarkan serangan di kawasan Timur Tengah.
"Jika presiden AS sekali lagi memulai petualangan militer di kawasan ini di bawah tekanan dan bujukan Zionis, kobaran perang tidak diragukan lagi akan meluas ke wilayah geografis yang jauh lebih luas," ujar Juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia melalui platform media sosial X pada Sabtu (31/10), seperti dikutip dari Anadolu.
Akraminia mewanti-wanti akhir dari perang di kawasan Timur Tengah tidak berada di Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akraminia juga menegaskan militer Iran akan terus meningkatkan kesiapan militernya serta memantau ketat pergerakan AS di kawasan. Terlebih, Trump memiliki rekam jejak mengkhianati diplomasi.
Pernyataan Akraminia disampaikan di tengah tingginya ketegangan di Timur Tengah sejak 28 Februari lalu.
Upaya diplomatik telah dilakukan dengan Washington dan Teheran yang menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu.
Namun, ketegangan di kawasan masih berlanjut terutama terkait pengaturan keamanan dan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Pada Kamis (29/10), Stasiun televisi Israel KAN mengabarkan AS telah mengirim 10 pesawat kargo militer ke Israel di tengah persiapan meluncurkan serangan baru ke Iran.
Pesawat-pesawat itu ditempatkan di pangkalan udara Ovda dan Nevatim di wilayah Negev selatan.
Pesawat-pesawat militer tambahan sementara itu dilaporkan dikirim ke pangkalan-pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar.
Kendati, tidak ada konfirmasi langsung dari AS mengenai pengerahan pesawat ini. Tidak diketahui pula apa yang dibawa pesawat-pesawat kargo tersebut.
Menurut laporan KAN, militer AS tinggal menunggu lampu hijau untuk memulai operasi. Washington disebut sudah memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas guna memperkuat pertahanan udara di Timur Tengah.
Pasukan-pasukan AS yang berada di wilayah rawan juga sudah diminta pergi sebagai tindakan pencegahan. Kapal induk dan korps marinir bahkan disebut akan tiba di Timur Tengah pada November.
(sfr)

2 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·