IHSG ditutup menguat di tengah "wait and see" arah kebijakan bunga BI

5 hari yang lalu 17

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

IHSG ditutup menguat 56,25 poin atau 0,91 persen ke posisi 6.231,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,84 poin atau 0,94 persen ke posisi 627,75.

“Dengan mempertimbangkan sentimen domestik dan global, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000-6.300 sepanjang pekan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, dengan level 6.500 menjadi area penopang penting,” ujar Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.

Pada pekan ini, pertemuan RDG BI diselenggarakan pada 21-22 Juli 2026, dengan salah satunya akan menentukan arah kebijakan BI-Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen, atau telah dinaikkan sebanyak tiga kali dengan total 100 basis poin (bps) sepanjang tahun 2026.

Baca juga: BEI rilis 51 saham HSC, berikut daftar lengkapnya

Hendra memperkirakan pergerakan IHSG selama pekan RDG masih akan diwarnai sikap wait and see, yang mana pelaku pasar tidak hanya menanti keputusan mengenai BI Rate, namun juga mencermati arah kebijakan ke depan, terutama terkait stabilitas nilai tukar Rupiah, inflasi, dan prospek arus modal asing.

“Dalam kondisi seperti ini, pasar umumnya lebih sensitif terhadap sinyal atau forward guidance yang disampaikan BI dibandingkan besaran suku bunga itu sendiri,” ujar Hendra.

Selama BI tetap mengedepankan keseimbangan antara menjaga stabilitas Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi, Ia memperkirakan reaksi pasar cenderung akan positif karena sebagian besar ekspektasi itu telah diperhitungkan oleh investor.

Namun demikian, Ia menyebut apabila muncul sinyal pengetatan moneter yang lebih agresif, maka tekanan jangka pendek terhadap IHSG masih mungkin terjadi, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya