Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, ditutup melemah seiring investor utama asing mengalihkan dananya menyesuaikan dengan hasil rebalancing indeks MSCI.
IHSG ditutup melemah 2,81 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.127,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,23 poin atau 1,49 persen ke posisi 611,17.
"IHSG ditutup melemah tipis di tengah rebalancing MSCI," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Pada perdagangan Jumat (29/5) hari ini, IHSG ditutup melemah tipis setelah sebelumnya sempat menguat hingga ke level 6.230.
Rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026 berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026, sehingga manajer investasi maupun investor melakukan penyesuaian terhadap portofolio investasi mereka.
Di sisi lain, IHSG sempat menguat signifikan sepanjang perdagangan hari ini, yang ditopang oleh penguatan saham-saham konglomerasi.
Meskipun terjadi tekanan jual terhadap beberapa saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI, namun koreksi tidak sedalam yang dikhawatirkan pelaku pasar, dan beberapa saham justru mengalami kenaikan.
"Hal ini diduga karena sebelumnya rebalancing indeks MSCI ini sudah diantisipasi oleh investor," ujar Ratna.
Dari mancanegara, Ratna menjelaskan sentimen positif berasal dari penguatan mayoritas bursa kawasan Asia, dipicu oleh kenaikan pada saham sektor teknologi di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS), meskipun meningkatnya kembali ketegangan militer antara AS dengan Iran.
Sementara itu, melemahnya harga minyak mentah global juga menjadi faktor positif, namun rupiah berlanjut melemah pada level terendah di Rp17.881 per dolar AS di pasar spot.
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang naik 3,34 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing naik 3,08 persen dan 2,65 persen.
Sedangkan tiga sektor turun yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,03 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor kesehatan yang turun masing-masing sebesar 0,90 persen dan 0,19 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KJEN, BREN, RATU, PTRO, dan BRPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni APIC, ASPR, FILM, TALF, MGNA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.377.054 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,96 miliar lembar saham senilai Rp49,94 triliun. Sebanyak 271 saham naik, 409 saham menurun, dan 137 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.636,88 poin atau 2,53 persen ke 66.330,00, indeks Hang Seng menguat 176,23 poin atau 0,70 persen ke 25.182,39, indeks Shanghai melemah 30,07 poin atau 0,73 persen ke 4.068,57, sedangkan indeks Strait Times menguat 49,64 poin atau 0,99 persen ke 5.038,93.
Baca juga: Pengamat: Saham konglomerasi menopang penguatan IHSG
Baca juga: BEI dorong perusahaan sektor ekonomi kreatif gelar IPO di pasar modal
Baca juga: BEI dorong saham RI kembali masuk ke indeks global MSCI dan FTSE
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·