IHSG ditutup melemah di tengah "wait and see" hasil pertemuan The Fed

54 menit yang lalu 1
IHSG bergerak mixed menantikan kebijakan moneter The Fed

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

IHSG ditutup melemah 24,30 poin atau 0,38 persen ke posisi 6.436,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,80 poin atau 0,58 persen ke posisi 646,96.

"IHSG bergerak mixed menantikan kebijakan moneter The Fed,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, Ratna mengatakan bursa kawasan Asia bergerak variatif dengan kecenderungan menguat, seiring dengan koreksinya harga minyak mentah global setelah secara tidak terduga persediaan minyak mentah AS meningkat menjadi sebesar 7,14 juta barel pada pekan lalu.

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi global juga cenderung stabil menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.

Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) meningkat menjadi sebesar 92 persen, pada pertemuan 15-16 September 2026.

Dari dalam negeri, pelaku pasar tentunya menantikan implementasi batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai dari saat ini senilai Rp50 per saham menjadi Rp1 per saham pada 28 September 2026.

Selain itu, juga menantikan implementasi transaksi short selling yang efektif berlaku pada Oktober 2026, dengan Daftar Efek Short Selling akan dirilis pada 28 September 2026.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG kembali bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 1,19 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 0,10 persen.

Sedangkan sembilan sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang turun masing-masing sebesar 1,18 persen dan 1,01 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu MGNA, UANG, VISI, VAST, dan YULE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni INTD, SAPX, DEFI, BKDP dan FILM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.840.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,77 miliar lembar saham senilai Rp12,24 triliun. Sebanyak 213 saham naik, 456 saham menurun dan 293 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,78 persen ke 63.982,00, indeks Shanghai menguat 0,71 persen ke 3.891,60, indeks Hang Seng menguat 0,19 persen ke 24.713,78, indeks Kospi menguat 1,37 persen ke 6.717,97, dan indeks Straits Times melemah 0,06 persen ke 5.635,41.

Baca juga: IHSG menguat di tengah kuatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed

Baca juga: IHSG ditutup melemah ikuti bursa Asia imbas tensi geopolitik global

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya