Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir.
REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Pengadilan Distrik Yerusalem seperti dilaporkan The Jerusalem Post, melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir untuk menggunakan buaya sebagai penjaga penjara bagi tahanan warga Palestina. Menurut laporan tersebut, pihak pengadilan mengeluarkan larangan itu menyusul adanya petisi yang diajukan oleh organisasi pejuang perlindungan hewan setempat, Let the Animals Live.
Menanggapi putusan tersebut, Ben-Gvir mengklaim bahwa para hakim "memihak kepada teroris".
"Sekali lagi, di masa perang, sistem peradilan berpihak pada para teroris, serta menggagalkan upaya pencegahan penting yang dilakukan oleh Pemerintah Israel," ujarnya, seperti yang dikutip oleh surat kabar tersebut.
Ben Gvir sebelumnya dilaporkan terinspirasi oleh pusat penahanan imigrasi kontroversial di Florida, "Alligator Alcatraz". Di sekeliling fasilitas terpencil yang terletak di Florida Everglades itu, terdapat satwa liar berbahaya seperti aligator, buaya, dan ular piton yang mencegah para tahanan melarikan diri.
Ben-Gvir pertama kali mengusulkan ide tersebut dalam pertemuan Desember dengan kepala Dinas Penjara Kobi Yaakobi, seperti yang dilaporkan Channel 13. Pada bulan lalu, pmerintah Israel mencabut status perlindungan buaya Nil pada hari Kamis untuk memberi jalan bagi proposal tersebut, menjadikan hewan itu sebagai alat pemenjaraan dan pencegahan, alih-alih satwa liar yang harus dilestarikan.
Menteri Lingkungan Hidup Idit Silman pun kemudian mengklasifikasikan kembali hewan-hewan tersebut sebagai "hewan liar yang dikelola secara khusus" memungkinkan negara untuk memelihara hewan-hewan tersebut untuk tujuan keamanan. Channel 7 Israel melaporkan bahwa Dinas Penjara Israel telah mulai mengunjungi kebun binatang untuk mempelajari cara menangani buaya.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

1 hari yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·