Konjen RI: Budaya, produk Indonesia jadi pintu masuk kemitraan RI-AS

59 menit yang lalu 1
Ketertarikan masyarakat AS terhadap kopi, gamelan, pencak silat, dan wisata Indonesia dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat..

Jakarta (ANTARA) - Konsul Jenderal RI San Francisco Yohpy Ichsan Wardana menyebutkan bahwa budaya dan produk Indonesia dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Dalam siaran pers KJRI San Francisco, Selasa, Yohpy menyatakan bahwa San Francisco memiliki posisi khusus dalam perjalanan hubungan Indonesia dan AS karena KJRI San Francisco merupakan kantor perwakilan pertama Indonesia di Pantai Barat AS pada September 1952.

“Dalam sejarah panjang ini, kita ingin membangun lebih banyak kerja sama konkret, mulai dari perdagangan, teknologi dan inovasi, pendidikan, hingga budaya dan hubungan antarmasyarakat,” kata Yohpy.

Menurutnya, budaya dan produk yang berasal dari Indonesia dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kemitraan yang lebih luas antara Indonesia dan AS.

Ketertarikan masyarakat AS terhadap kopi, gamelan, pencak silat, dan wisata Indonesia dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus membuka peluang perdagangan, investasi, pendidikan, dan kolaborasi, kata Yohpy.

Karena itulah, KJRI San Francisco berupaya mempromosikan budaya dan produk Indonesia melalui acara Promosi Terpadu Indonesia yang sekaligus memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia di Palace of Fine Arts pada 18 September 2026.

Menurut pihak KJRI, acara tersebut dirancang sebagai pengalaman mengenal Indonesia, mulai dari kekayaan seni dan budaya, destinasi wisata, hingga potensi ekonomi serta produk unggulan Indonesia seperti kopi, kakao, cokelat, dan jamu.

KJRI menyebutkan bahwa Raphio Chocolate, Kopi Kita, Nusa Jamu merupakan contoh bagaimana produk dan pelaku usaha yang terhubung dengan Indonesia membangun pasar di California melalui kualitas, cerita asal-usul produk, serta hubungan langsung antara Indonesia dan konsumen AS.

Potensi kerja sama itu didukung oleh hubungan ekonomi yang terus berkembang. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia-California mencapai sekitar 10,74 miliar dolar AS (Rp192 triliun).

Sementara itu, perdagangan Indonesia-AS diperkirakan mencapai 50,7 miliar dolar AS (Rp906 triliun), meningkat sekitar 19,2 persen dibandingkan tahun lalu.

Acara itu juga menghadirkan penampilan tari Pendet dan gamelan Bali yang dibawakan oleh Gamelan Sekar Jaya, Sari Raras UC Berkeley yang membawakan gamelan Jawa, serta penyanyi Nova Katuuk yang membawakan lagu-lagu Nusantara, dan Pencak Silat Mande Muda yang memperkenalkan seni bela diri tradisional Indonesia.

Acara Promosi Terpadu Indonesia itu juga melanjutkan momentum Indonesian-American Friendship and Heritage Day yang diproklamasikan oleh Pemerintah Kota San Francisco pada 17 Agustus 2026 dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Lomba bahasa mandarin soroti warisan budaya Tionghoa-Indonesia

Baca juga: KBRI Paris kenalkan warisan Nusantara di Hari Warisan Eropa 2026

Baca juga: Kemenbud dukung perluasan Taman Mini Indonesia di Polandia

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya