Hantavirus dari Kapal Pesiar Terdeteksi di Swiss

1 jam yang lalu 1

Tiga penumpang meninggal akibat hantavirus dalam kapal MV Hondius, yang tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina selatan, menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA — Pihak berwenang di Swiss pada Rabu mengatakan seorang pria yang kembali dari Amerika Selatan dan melakukan perjalanan dengan kapal pesiar yang terkena wabah hantavirus telah dinyatakan positif mengidap virus tersebut. Yang bersangkutan saat ini sedang menerima perawatan.

AP melaporkan, pihak berwenang Swiss tidak merinci kapan tepatnya pasien tersebut berada di kapal MV Hondius, yang saat ini berlabuh di lepas pantai Tanjung Verde.

Sebuah pernyataan dari Kantor Kesehatan Masyarakat Federal mengatakan bahwa pria tersebut “kembali ke Swiss setelah melakukan perjalanan dengan kapal pesiar yang membawa sejumlah kasus hantavirus.”

Otoritas kesehatan Afrika Selatan sebelumnya telah mengidentifikasi jenis hantavirus Andes, yang dapat ditularkan dari orang ke orang, pada dua penumpang yang berada di kapal pesiar di pusat wabah infeksi langka tersebut, kata para pejabat, Rabu.

Virus ini disebarkan oleh hewan pengerat dan, lebih jarang, oleh manusia. Penyebaran penyakit ini biasanya dapat diatasi karena virus ini hanya menyebar melalui kontak dekat, seperti berbagi tempat tidur atau berbagi makanan, kata para ahli.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan virus Andes, spesies spesifik hantavirus, ditemukan di Amerika Selatan, terutama di Argentina dan Chili.

Departemen Kesehatan Afrika Selatan mengatakan dalam sebuah laporan bahwa informasi tersebut berasal dari tes yang dilakukan terhadap penumpang setelah mereka dikeluarkan dari kapal dan diterbangkan ke Afrika Selatan.

Salah satu penumpang, seorang pria Inggris, sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit Afrika Selatan. Tes dilakukan pada penumpang lain secara anumerta setelah dia meninggal di Afrika Selatan.

Tiga penumpang tewas akibat wabah virus yang ditularkan melalui hewan pengerat di kapal pesiar yang kini berada di lepas pantai Tanjung Verde di Afrika Barat. Setidaknya empat orang lainnya jatuh sakit. Tiga diantaranya masih berada di kapal, meski ada rencana untuk mengevakuasi mereka dari kapal.

Kapal tersebut berlayar dari Argentina dan dua dari kasus pertama di dalamnya, adalah seorang wanita Belanda yang meninggal di Afrika Selatan dan suaminya, telah melakukan perjalanan di Argentina dan tempat lain di Amerika Selatan sebelum menaiki kapal tersebut, kata WHO.

Baca Artikel Selengkapnya