Diplomasi Parlemen Indonesia-Kanada Bangkit Lagi

1 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA – Canada-Indonesia Parliamentary Friendship Group (Grup Persahabatan Parlemen Kanada-Indonesia/CIPFG) diaktifkan kembali melalui Annual General Meeting (AGM) pada Senin (4/5/2026) di West Block, Parliament Hill, Ottawa. Kegiatan dihadiri sejumlah Anggota Parlemen dan Senat Kanada lintas partai yang secara resmi bergabung dalam CIPFG.

Pertemuan tersebut berhasil memilih dua orang Ketua Bersama, yaitu Senator Clement Gignac, dan Sameer Zuberi MP, yang akan memimpin Grup Persahabatan Parlemen Kanada-Indonesia untuk periode 2 tahun ke depan. Melengkapi struktur Group Persahabatan tersebut, telah terpilih juga 2 orang Wakil Ketua Bersama dan 4 orang Anggota Eksekutif.

Reaktivasi CIPFG juga tidak lepas dari peran proaktif dan pendekatan KBRI Ottawa terhadap Anggota Parlemen dan Senat Kanada dalam berbagai kesempatan. CIPFG diharapkan semakin mendukung implementasi konkret pilar-pilar kerja sama bilateral yang telah digarisbawahi Presiden RI dan Perdana Menteri Kanada pada September 2025, meliputi kemitraan ekonomi, kerja sama pertahanan dan politik, dan kedekatan kedua masyarakat.

Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan ucapan selamat atas pengaktifan kembali CIPFG tersebut. Ia menyambut baik keputusan Parlemen Kanada mengaktifkan kembali CIPFG ini, dan menggarisbawahi perang penting parlemen kedua negara dalam memajukan kerja sama bilateral. “Grup persahabatan parlemen penting bagi kerja sama kedua negara, dan pembentukan kemitraan yang bukan hanya kuat, tetapi juga berorientasi masa depan” ujar Dubes Muhsin.

Sementara itu, para Ketua Bersama terpilih menegaskan bahwa salah satu dorongan utama antusiasme untuk membentuk CIPFG adalah bahwa Indonesia merupakan negara penting dan pemain kunci di Kawasan Indo-Pasifik. Ditegaskan lebih lanjut bahwa Parlemen Kanada berkomitmen untuk berkontribusi pada penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Kanada, termasuk melalui CIPFG.

Salah satu isu utama yang turut mengemuka adalah terkait Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) dimana proses ratifikasi di Kanada telah mencapai tahap akhir dan diperkirakan akan selesai sepenuhnya pada bulan Mei 2026. Senada dengan hal itu, Parlemen dan Senat Kanada mengharapkan agar proses ratifikasi di Indonesia dapat segera diselesaikan.

Reaktivasi CIPFG menandai babak baru diplomasi parlementer antara Indonesia dan Kanada mengingat grup yang terbentuk pada tahun 2009 ini vakum sejak tahun 2022, bahkan sudah tidak lagi tertera di situs Parlemen Kanada. 

Aktifnya kembali CIPFG ini juga menjadi langkah strategis jelang selebrasi 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Kanada pada tahun 2027, sebuah momentum untuk memperluas kolaborasi yang lebih berdampak bagi kepentingan nasional kedua negara. Ke depannya, KBRI Ottawa akan terus berkolaborasi dengan CIPFG untuk mendorong peningkatan dialog kebijakan strategis, pertukaran kunjungan parlemen, serta penguatan kerja sama lintas sektor antara Indonesia dan Kanada. 

Selepas sesi diskusi, suasana semakin hangat ketika seluruh anggota CIPFG turut menikmati hidangan kuliner khas nusantara, yaitu soto mie, mi goreng, gado-gado, tahu isi, dan lapis legit. Tak pelak, sanjungan atas kelezatan sajian Busantara tersebut terucap dari para anggota CIPFG, yang sebagian diantaranya baru pertama kali menyicipi makanan Indonesia.

CIPFG merupakan forum lintas partai di Parlemen Kanada yang bertujuan memperkuat hubungan dengan Indonesia melalui diplomasi parlementer, serta kerja sama antar lembaga legislatif. Di Indonesia, DPR RI juga memiliki mekanisme serupa dalam bentuk Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Kanada yang sampai saat ini masih terstruktur dan berkelanjutan, sehingga reaktivasi CIPFG di Kanada menjadi penting untuk menjaga keseimbangan dan kesinambungan interaksi parlementer kedua negara.

Baca Artikel Selengkapnya