Gusdurian Bakal Gelar Festival Jagat 2026 di Arena Muktamar, Angkat Peran Agama untuk Kelestarian Alam

12 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Jaringan Gusdurian bersama Pesantren Khoiriyah Hasyim akan menggelar Festival Jagat 2026 (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) di Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu-Ahad, 29-30 Agustus 2026.. 

Festival tersebut mengangkat tema Agama untuk Alam Semesta: Merusak Alam Sama dengan Merusak Kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi lintas agama, akademisi, aktivis, dan masyarakat untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan serta mendorong keadilan ekologis. 

Festival Jagat digelar di tengah meningkatnya ancaman terhadap lingkungan akibat aktivitas ekstraktif dan pembangunan berskala besar. 


"Persoalan tersebut juga berkaitan dengan semakin terdesaknya wilayah adat dan ruang hidup masyarakat oleh berbagai proyek pembangunan dan konsesi pertambangan," tulis Gusdurian dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Melalui festival ini, Jaringan Gusdurian mendorong nilai-nilai keagamaan menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan. Agama dipandang memiliki peran penting dalam membangun kesadaran moral dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan alam. 

Selain mempertemukan berbagai kelompok yang bergerak di bidang lingkungan, Festival Jagat menjadi ruang untuk berbagi praktik baik pelestarian ekologi di tingkat akar rumput. Forum tersebut juga diarahkan untuk merumuskan Risalah Gerakan Lintas Iman sebagai komitmen bersama dalam mengadvokasi keadilan ekologis secara berkelanjutan. 


Forum Keadilan Ekologi Rangkaian Festival Jagat dimulai Sabtu (29/8/2026) pukul 09.00 WIB dengan pembukaan, sambutan Pengasuh Pesantren Khoiriyah Hasyim dan Koordinator SekNas Jaringan Gusdurian Jay Akhmad. 


Pembukaan dilanjutkan dengan orasi ilmiah bertajuk“Agama dan Keadilan Ekologi” yang disampaikan Alissa Wahid. Agenda utama kemudian dilanjutkan melalui Forum Lingkar Jagat atau Majelis Keadilan Ekologi dalam tiga sesi. 


Sesi pertama, pukul 10.00-12.00 WIB, mengangkat tema "Tobat Ekologi: Tanggung Jawab Agama terhadap Krisis Ekologi.” Forum ini menghadirkan Lukman Hakim Saefudin dari Gerakan Nurani Bangsa, Zainal Abidin Bagir dari IRS UGM/ICRS, Hening Parlan dari Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah, serta Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Keuskupan Surabaya. 

Sesi kedua berlangsung pukul 13.00-15.00 WIB dengan tema “Merawat Bumi dari Akar Rumput.” Narasumber yang dijadwalkan hadir yakni Inaya Wahid dari Board Greenpeace dan GUSDURian Peduli, Prigi Arisandi selaku pendiri ECOTON, Tri Mumpuni selaku Ketua Yayasan IBEKA dan Dewan Pengarah BRIN, serta Bambang Tri Daxoko dari RMI-Indonesian Institute for Forest and Environment. 

Sementara itu, sesi ketiga pada pukul 15.30-17.00 WIB difokuskan pada Perumusan Risalah Jagat. Forum ini dipandu Zaimatus Sa’diyah dari UIN Walisongo Semarang, Eko Cahyono dari Sayogjo Institute, Roy Murtadho dari Ponpes Misykat Al-Anwar Bogor, dan Dewi Anggraeni dari UIN Gus Dur Pekalongan. 

Selain forum diskusi, Festival Jagat juga menghadirkan Fun Games Jagat untuk santri dan pelajar. Kegiatan tersebut mengenalkan isu ekologi melalui berbagai permainan edukatif, seperti Puzzle Ekologi, Ular Tangga Ekologi, Kartu Sampah Organik dan Anorganik, hingga permainan bertema mangrove. 


Pada Sabtu malam, Panggung Jagat akan menghadirkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya. Rangkaian kegiatan meliputi penampilan musik Klenteng Gudho, pemutaran film dokumenter Mata Air yang Hilang di Wonosalam, Jombang, pertunjukan Banjari Pesantren Seblak, Tari Abu Semeru, musikalisasi puisi, komedi tunggal, dan pertunjukan musik. 

Pelatihan Pengelolaan Sampah Pada hari kedua, Ahad (30/8/2026), kegiatan Festival Jagat berfokus pada edukasi lingkungan dan aksi sosial. Kelas Belajar (Ekologi) Jagat akan menghadirkan pelatihan pengelolaan sampah di pesantren, sekolah, dan rumah ibadah. 

Materi yang diberikan mencakup pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, pengelolaan bank sampah anorganik, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair, maggot, dan kompos, serta pengolahan kopi. 


Pada waktu yang sama, Gusdurian Peduli menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah bagi masyarakat setempat. Seluruh rangkaian Festival Jagat 2026 akan ditutup dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Ahad sore. 


Kegiatan tersebut akan diisi tahlil bersama, sambutan Koordinator SekNas Jaringan GUSDURian Jay Akhmad, testimoni tentang Gus Dur oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, nasihat dari Ibu Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Doa Lintas Iman, dan tabur bunga. Baca Juga: Eks Ibu Negara Ajak Komunitas Gusdurian Doakan Affan Kurniawan   Festival Jagat 2026 berpusat di Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, dan Pesantren Tebuireng. 

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat melakukan pendaftaran melalui s.id/festivaljagat.

Baca Artikel Selengkapnya