Jakarta, NU Online
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah daerah dalam waktu bersamaan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran terjadi di tujuh provinsi, dengan luas lahan terbakar mencapai puluhan hektare.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan melaporkan, karhutla pertama terjadi di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kebakaran melanda Desa Sawagumu, Distrik Sorong Utara; Desa Klasabi, Distrik Sorong Manoi; dan Desa Klabala, Distrik Sorong Kota.
“Di Desa Sawagumu, kebakaran terjadi pada Rabu (19/8/2026) dan menghanguskan sekitar lima hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada Jumat (21/8/2026),” ujarnya di Jakarta pada Sabtu (22/8/2026).
“Kebakaran di Desa Klasabi menghanguskan sekitar satu hektare lahan dan berhasil dipadamkan kurang lebih selama dua jam oleh tim gabungan pada Jumat (21/8/2026). Kemudian di Desa Klabala, sekitar lima hektare lahan terbakar dan api berhasil dipadamkan dengan dilanjutkan proses pendinginan,” lanjutnya.
Berton mengatakan karhutla juga terjadi di Pulau Sulawesi. Kebakaran di Desa Buttu Batu, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.
“Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi medan yang curam turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Jumat (21/8/2026),” katanya.
Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, karhutla melanda Kecamatan Lembang (Desa Taddakong), Lanrisang (Desa Amassangang), Watang Sawitto (Desa Sabbang Paru dan Kelurahan Bentengnge), serta Mattiro Bulu (Desa Makkawaru). Luas lahan terbakar sekitar lima hektare.
“BPBD Kabupaten Pinrang bersama Damkar, masyarakat, dan pemerintah setempat melakukan pemadaman darat menggunakan satu unit mobil damkar. Pada Jumat (21/8/2026), api telah berhasil dipadamkan,” ujar Berton.
Di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla terjadi sejak Selasa (18/8/2026) di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete; Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana; dan Desa Tampanombo, Kecamatan Ulubongka. Total lahan terbakar sekitar 54 hektare, terdiri atas 50 hektare di Desa Longge serta masing-masing dua hektare di Kelurahan Malotong dan Desa Tampanombo.
“Hingga Jumat (21/8/2026), titik api di Desa Tampanombo masih dalam pemantauan dan belum sepenuhnya padam,” tuturnya.
Berton mengungkapkan bahwa karhutla melanda Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (20/8/2026) pukul 17.30 WIB di Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun. Sekitar 10 hektare lahan terbakar.
“BPBD Kabupaten Lombok Timur melakukan pemadaman darat menggunakan selang air yang dilanjutkan dengan proses pendinginan lahan. Hingga Jumat (21/8/2026), api telah berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, karhutla terjadi Jumat (21/8/2026) pukul 11.30 WIB di Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara. “Luas lahan yang terbakar sekitar empat hektare. Api telah berhasil dipadamkan pada hari yang sama,” ucap Berton.
Ia menyampaikan bahwa sebelumnya karhutla terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, meliputi Desa Lalang dan Padang di Kecamatan Manggar, Desa Sukamandi di Kecamatan Damar, serta Desa Lintang dan Lenggang di Renggiang.
“Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran kembali,” katanya.
BNPB mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, deteksi dini, serta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah rawan terbakar.
“Apabila menemukan kejadian kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” pungkas Berton.

7 jam yang lalu
2




English (US) ·
Indonesian (ID) ·