Ekonom: Entitas merger MI BUMN jadi "anchor" pasar reksa dana-obligasi

2 jam yang lalu 6

Jakarta (ANTARA) - Chief Economist and Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai entitas hasil merger empat perusahaan manajer investasi (MI) BUMN dapat menjadi jangkar (anchor) untuk pasar reksa dana, obligasi, hingga aset jangka menengah dan panjang di pasar keuangan domestik ke depan.

Menurutnya, langkah merger tersebut cenderung netral to positif untuk pasar keuangan domestik dalam jangka menengah, karena berpotensi meningkatkan efisiensi, kapabilitas riset, serta daya saing manajer investasi BUMN.

"Dengan entitas baru yang mengelola AUM (dana kelolaan) sekitar Rp170 triliun, pasar akan melihat munculnya pemain institusional besar yang bisa menjadi anchor domestik untuk produk reksa dana, pasar obligasi, dan penempatan aset jangka menengah-panjang," ujar Rully saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Di sisi lain, Rully menjelaskan langkah merger itu dalam jangka pendek akan lebih campuran, seiring perlunya proses integrasi operasional, penyelarasan produk, serta kemungkinan rebalancing portofolio.

Menurutnya, pelaku pasar atau investor kemungkinan akan merespon secara cautiously positive, namun tetap selektif, yang mana pasar umumnya tidak akan menganggap merger ini sebagai risiko sistemik

"Peluangnya jelas ada pada skala ekonomi, efisiensi biaya, penguatan riset, dan kemampuan distribusi yang lebih kuat," ujar Rully.

Sebelumnya, Danantara Indonesia melalui PT Danantara Asset Management (DAM) resmi menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) atau Perjanjian Pembelian Saham atas saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM).

Penandatanganan itu menandai beralihnya pengendalian empat perusahaan manajer investasi BUMN kepada DAM, yang secara kolektif mencatatkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan bahwa pengambilalihan pengendalian itu bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan langkah besar untuk membangun kekuatan baru dalam industri manajemen investasi nasional.

"Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia," ujar Dony.

Baca juga: Danantara ambil alih 4 manajer investasi BUMN total AUM Rp170 triliun

Baca juga: Danantara gabung empat asset management BUMN ke Mandiri MI

Baca juga: Ubah jajaran direksi, BRI-MI kini dipimpin tiga Srikandi BUMN

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya