Drone Siluman KIZILELMA Jadikan RI Unggul dalam Kekuatan Tempur di ASEAN, ini Spesifikasinya

3 jam yang lalu 1

Drone KIZILELMA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerja sama perusahaan dirgantara Turki Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara Indonesia untuk pengadaan pesawat tempur nirawak bertenaga jet Bayraktar KIZILELMA menjadi langkah strategis baru dalam kerja sama pertahanan kedua negara.

Kesepakatan tersebut menandai loncatan besar dalam modernisasi kekuatan udara Indonesia, terutama dalam pengembangan sistem tempur nirawak berteknologi tinggi. Di saat yang sama, masuknya KIZILELMA diperkirakan akan mengubah peta persaingan teknologi militer di Asia Tenggara, khususnya dalam perlombaan penguasaan drone tempur siluman generasi baru.

Kesepakatan strategis yang diumumkan dalam ajang SAHA Expo 2026 di Istanbul itu bukan sekadar transaksi alutsista, melainkan simbol masuknya Indonesia ke era baru peperangan udara nirawak berbasis stealth, kecerdasan buatan, dan operasi tempur jaringan modern.

Kerja sama yang diumumkan dalam ajang SAHA Expo 2026 di Istanbul itu menjadi ekspor perdana KIZILELMA ke luar negeri sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pelanggan pertama platform drone tempur siluman tercanggih milik Turki.

CEO Baykar, Haluk Bayraktar, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pengadaan sistem persenjataan, tetapi juga pembangunan fasilitas produksi dan pusat pemeliharaan di Indonesia.

Ketua Republikorp Group, Norman Joesoef, menilai kemitraan itu memiliki nilai strategis tinggi karena membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri dirgantara regional, sebagaimana diberitakan Anadolu dan Defence Security Asia, beberapa hari lalu.

Dalam tahap awal, Indonesia akan menerima 12 unit KIZILELMA mulai 2028. Kontrak tersebut juga menyediakan opsi tambahan hingga total 60 unit yang nantinya ditempatkan di lima sayap operasional TNI Angkatan Udara.

Akuisisi ini dipandang sebagai bagian penting dari penguatan Minimum Essential Force (MEF) Indonesia. Kehadiran drone tempur siluman berkecepatan tinggi dinilai mampu meningkatkan daya tangkal Indonesia di tengah dinamika keamanan Laut China Selatan yang terus memanas.

Berbeda dari drone MALE seperti Bayraktar TB2 yang selama ini digunakan untuk misi pengawasan, KIZILELMA dirancang sebagai pesawat tempur nirawak multiperan. Platform ini memiliki kemampuan serangan presisi, misi penindakan pertahanan udara, hingga operasi udara-ke-udara.

Dengan kapasitas muatan 1.500 kilogram dan desain rendah radar, KIZILELMA disebut mampu beroperasi di wilayah dengan ancaman pertahanan udara tinggi. Drone ini juga dilengkapi radar AESA serta sistem kendali otonom berbasis kecerdasan buatan.

Baca Artikel Selengkapnya