Seoul (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan meminta agar Warga Negara Indonesia (WNI) mematuhi aturan Korea Selatan terkait kemudahan visa, seiring upaya pemerintah mendorong penerapan bebas visa penuh.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dubes Cecep dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network’ yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia, menanggapi oknum WNI yang kabur dari grup, pasca tiba di Korea Selatan dengan bebas visa turis grup yang diberlakukan pada 28 Mei.
“Kami banyak didesak untuk bebas visa, tetapi ternyata pada saat ada pelonggaran sedikit, ada oknum yang memanfaatkan untuk lari dan jadi ilegal migran di Korea. Ini tantangan buat kita,” katanya.
Dubes Cecep menjelaskan bahwa kemudahan visa bagi grup turis dengan minimal terdiri dari tiga orang, merupakan implementasi dari hasil kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung pada April lalu, yang sepakat untuk meningkatkan people to people contact.
Pasca kesepakatan tersebut, lanjutnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, terus mendorong agar WNI bisa lebih mudah masuk ke Korea Selatan maupun sebaliknya, dengan melakukan simplifikasi pengurusan izin masuk atau visa yang harus dipenuhi.
Pasca kejadian tersebut, Dubes Cecep menyampaikan harapan agar hal itu menjadi yang pertama dan tidak terulang kembali, dan meminta WNI mematuhi aturan yang ada demi menjaga kepercayaan dari otoritas Korea Selatan.
“Sehingga kepercayaan dari pemerintah, otoritas Korea, bahwa pengunjung Indonesia ini betul-betul bisa mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan bersama,” ucapnya.
“Kalau kita bersama-sama menjaga itu, akan lebih memudahkan juga, tidak hanya ke Korea. Tentunya bagaimana warga negara Indonesia bisa dengan leluasa dan tanpa kesulitan, tanpa satu proses yang panjang, bisa berkunjung ke negara-negara sahabat,” sambungnya.
Adapun KBRI Seoul mencatat jumlah wisatawan dari dan ke Korea Selatan semakin meningkat, dengan jumlah wisatawan Korea ke Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari 500 ribu, sementara Indonesia ke Korea sekitar 350 ribu.
“Ini tentunya didukung dengan konektivitas hubungan udara langsung antara Korea dan Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, bulan lalu, ada pesawat baru, jet T-Way dengan harga murah. Ini mudah-mudahan terus menjembatani hubungan antara Indonesia,” ujarnya.
Tidak hanya dari jumlah wisatawan, kedutaan mencatat bahwa kedua negara juga berfokus pada pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan melalui program Korea Partnership Initiative for Sustainable Tourism (KOPIST).
Program tersebut dirancang untuk berbagi pengalaman pengembangan pariwisata Korea Selatan dengan negara-negara berkembang dan mendorong kerja sama global untuk pariwisata regional yang berkelanjutan dan tangguh.
Baca juga: Korsel dorong penguatan kerja sama seiring penurunan volume dagang
Baca juga: Korsel berlakukan bebas visa sementara bagi turis Indonesia
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·