Rembang, NU Online
Masyarakat perlu mewaspadai peningkatan risiko penyakit selama musim pancaroba atau masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pada periode September hingga November, kunjungan pasien dengan keluhan demam, batuk, pilek, dan diare dilaporkan meningkat sekitar 20 persen.
Dokter umum di salah satu Puskesmas di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Hamidatul Ulfah, mengatakan peningkatan kunjungan pasien tersebut berdasarkan pengamatannya selama bertugas di puskesmas.
Menurutnya, peningkatan keluhan kesehatan selama musim pancaroba tidak hanya berkaitan dengan perubahan cuaca, tetapi juga dengan kondisi daya tahan tubuh.
Sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai pada periode ini antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, penyakit kulit, diare, dan demam berdarah dengue (DBD).
Menurut dokter yang akrab disapa Ida itu, perubahan cuaca kerap dikaitkan dengan meningkatnya keluhan kesehatan.
"Hal ini karena tubuh memerlukan proses penyesuaian terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh," ujar Ida kepada NU Online, Selasa (27/10/2026).
Selain itu, beberapa virus dan bakteri dapat berkembang biak lebih mudah dalam kondisi lingkungan tertentu, termasuk ketika kelembapan udara meningkat.
“Risikonya lebih tinggi, di musim pancaroba bisa naik 20–30 persen jumlah kasusnya,” imbuhnya.
Ida menambahkan, kelompok masyarakat yang rentan mengalami penyakit atau komplikasi selama musim pancaroba meliputi lanjut usia (lansia), balita, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis.
“Apalagi untuk wilayah yang rentan terjadi terkena dan penularan misal lansia, balita, ibu hamil, dan penyakit kronis,” paparnya.
Pentingnya Menjaga Kecukupan Cairan
Salah satu upaya menjaga daya tahan tubuh selama musim pancaroba adalah memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara cukup. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menunggu hingga merasa haus sebelum minum.
Ida menjelaskan, warna urine dapat menjadi salah satu indikator untuk mengenali kemungkinan kekurangan cairan.
“Sebab, nanti kelihatan dari warna urine kalau kurang cairan biasanya warna urine kuning,” terangnya.

1 jam yang lalu
2



English (US) ·
Indonesian (ID) ·