Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima delegasi Kedutaan Besar Qatar di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Pertemuan tersebut membahas isu-isu keislaman serta peluang kerja sama di bidang pendidikan.
Delegasi Qatar dihadiri Asisten Direktur Pusat Kebudayaan Islam Sheikh Abdullah bin Zaid Al Mahmoud, Sultan Saad Hassan Al-Badr, Kepala Departemen Urusan Imam dan Da'i Ajian Jaber Ajeem Al-Mufreh Al-Ahbabi, Kepala Bagian Urusan Kepegawaian Masjid, Departemen Masjid Ali Mar'i Mohammed Al-Gharamah Al-Qahtani, serta Kepala Bagian Hubungan Islam, Departemen Urusan Islam Majed Majed Hareb Al-Mansouri.
Wakil Ketua Umum PBNU KH Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin) menerima delegasi tersebut bersama Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H M Silahuddin, H Shofwan Erce, H Muhammad Nur Hayid, serta Ketua LAZISNU PBNU Periode 2022-2027 Habib Ali Hasan Al Bahar.
Gus Rozin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahim sekaligus perkenalan antara PBNU dan Qatar untuk membangun hubungan yang lebih erat, khususnya dalam membicarakan persoalan keislaman.
“Hari ini saya kedatangan, kami di PBNU kedatangan delegasi dari Qatar, dari Islamic Culture, dari lembaga yang menangani para khatib dan masjid dari Qatar (yang mewakili delegasi) kedutaan besar Qatar di Indonesia,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga kesempatan untuk membicarakan sejumlah persoalan keislaman.
“Bersilaturahim kepada PBNU, terutama untuk taaruf, dan yang kedua untuk membicarakan beberapa isu-isu keislaman, termasuk yang ada di bawah Nahdlatul Ulama,” katanya.
Dalam pertemuan itu, PBNU juga menyampaikan gambaran mengenai jumlah warga NU, masjid, madrasah, sekolah, hingga perguruan tinggi yang dimiliki. Menurut Gus Rozin, informasi tersebut menjadi salah satu dasar untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
“Kami menyampaikan jumlah orang NU di Indonesia yang 59 persen dari populasi Indonesia. Kami juga menyampaikan berapa masjid yang kita miliki, kami menyampaikan beberapa madrasah dan sekolah, perguruan tinggi yang kami miliki,” tuturnya.
Gus Rozin berharap pertemuan tersebut menjadi titik awal penguatan hubungan antara PBNU dan Qatar, terutama dalam upaya bersama memajukan Islam di kedua negara.
“Insyaallah ini akan menjadi satu titik tolak persahabatan antara Nahdlatul Ulama dengan Qatar yang selama ini memang kita tunggu-tunggu karena kita mempunyai concern yang sama yaitu memajukan Islam, terutama di kedua belah, di dua negara ini terutama melalui Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Terkait peluang pertukaran pelajar dan tenaga pengajar (student and teacher exchange) dengan Qatar, Gus Rozin menyatakan bahwa gagasan tersebut termasuk hal yang dijajaki untuk ditindaklanjuti secara teknis.
“Itu salah satu yang kita jajaki di dalam pembicaraan tindak lanjut secara teknis minggu-minggu yang akan datang,” pungkasnya.

58 menit yang lalu
1



English (US) ·
Indonesian (ID) ·