A'wan PBNU Nyai Hj Badriyah Fayumi Raih Santri of The Year 2026

2 jam yang lalu 2

Bekasi, NU Online
Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an Wal Hadits Bekasi. A'wan PBNU sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina, Hj Badriyah Fayumi ditetapkan sebagai penerima penghargaan Santri of The Year 2026 dalam kategori Santri Perempuan Penggerak Inspiratif.


Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center bekerja sama dengan DPR RI dan Majelis Sholawat Nabi (Pesona) yang berlangsung pada Ahad (25/10/2026) di Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.


Penghargaan ini bentuk apresiasi terhadap kiprah dan kontribusi perempuan santri dalam menggerakkan perubahan positif di tengah masyarakat. Pengakuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran perempuan berlatar belakang pesantren dalam kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan kebangsaan.


Sebagai informasi, dilansir dari laman resmi Pesantren Mahasina, Nyai Hj Badriyah Fayumi lahir di Pati pada 5 Agustus 1971. Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang agamis dan berintegritas tinggi sebagai putri dari pasangan KH Ahmad Fayumi Munji dan Nyai Hj Yuhanidz Fayumi. Ayahnya, KH Ahmad Fayumi Munji, mengabdi sebagai hakim di Pengadilan Agama.

Sejak belia, Nyai Badriyah sering mendengarkan berbagai kisah dan pengalaman sang ayah terkait dinamika rumah tangga. Dari situ beliau menyadari bahwa ketidakadilan pembagian peran dalam keluarga sering kali menjadi akar dari tingginya angka perceraian. Pemahaman ini kelak membentuk kepedulian mendalam beliau terhadap isu-isu keperempuanan, kesetaraan, dan perlindungan keluarga.


Berbekal latar belakang pendidikan keislaman yang kuat, Nyai Badriyah mengawali karier akademis dan publiknya di awal tahun 2000-an. Beliau mengabdi sebagai Dosen Tetap di Fakultas Ushuluddin IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Di samping kesibukan akademisnya, beliau juga sempat dipercaya sebagai Staf Ahli Ibu Negara RI (2000–2001) serta menjadi Narasumber Tetap Kuliah Shubuh di TPI/MNC TV (2002–2005). Dedikasi beliau di bidang jurnalistik keislaman juga terlihat dari perannya sebagai Redaktur Ahli Majalah Noor (2003–2018).


Kiprah beliau di panggung politik nasional tercatat saat menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2004–2009. Setelahnya, Nyai Badriyah mendedikasikan perhatiannya secara intensif pada perlindungan anak dengan menjabat sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada periode 2010–2014, bahkan dipercaya memimpin organisasi tersebut sebagai Ketua KPAI pada tahun 2012–2014. Selain itu, beliau juga mengabdi di lembaga keagamaan nasional sebagai Wakil Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (2014–2017).


​​​​​​​Sebagai tokoh ulama perempuan yang kharismatik dan berwawasan luas, Nyai Badriyah memegang berbagai posisi strategis di ranah keagamaan, sosial, dan keorganisasian. Beliau saat ini dipercaya sebagai Ketua Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), anggota Majlis Masyayikh Pesantren Indonesia, serta A'wan Syuriyah PBNU. Beliau juga mengabdi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Anggota Majlis Mudzakarah Masjid Istiqlal, dan Pembina Harakah Majlis Taklim (HMT).


Tidak hanya itu, saat ini dirinya juga menjabat sebagai Ketua Pembina KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia).


Di ranah kepakaran dan alumni, keterlibatan beliau sangat luas. Beliau mengemban amanah sebagai Dewan Pakar Kaukus Perempuan Parlemen RI, Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Anggota Dewan Pakar IKALUIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Wakil Ketua IKALAFU (Ikatan Alumni Fakultas Ushuluddin) UIN Jakarta. Melalui seluruh jalinan rekam jejak ini, Nyai Badriyah Fayumi terus konsisten menjadi simpul penggerak dakwah, kesetaraan gender berbasis nilai keislaman, dan kemajuan pendidikan pesantren di Indonesia.

Baca Artikel Selengkapnya