DEN: Negara berhemat Rp200 triliun jika bisa hilangkan inclusion error

5 jam yang lalu 1
Nantinya dana tersebut bisa digunakan untuk perlindungan sosial, kemudian juga program-program lainnya.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Fadhil Hasan menyatakan bahwa jika negara dapat menghilangkan "inclusion eror" pada subsidi bahan bakar minyak (BBM), maka dapat menghemat Rp170 triliun-Rp200 triliun.

"Nantinya dana tersebut bisa digunakan untuk perlindungan sosial, kemudian juga program-program lainnya," kata Fadhil, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, persoalan yang dihadapi dalam skema subsidi seperti saat ini adanya suatu inclusion error, yaitu orang yang tidak berhak malah mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang yang berhak.

Fadhil mengatakan bahwa dari laporan terakhir misalnya menyatakan bahwa top 10 persen dari masyarakat yang terkaya menikmati subsidi sebesar Rp2,5 juta per kapita per tahun.

"Tapi 10 persen yang termiskin itu hanya mendapatkan manfaat sebesar Rp50 ribu per kapita per tahunnya dari subsidi yang sekarang ini dan kompensasi yang sedang dijalankan," ujarnya.

Ia menambahkan, selain itu 20 persen masyarakat terkaya juga memperoleh manfaat lebih dari 50 persen daripada skema subsidi dan kompensasi yang berjalan sekarang ini.

Dan itu, kata Fadhil lagi, merupakan ketidakadilan, dengan subsidi yang tadinya dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada yang tidak mampu atau miskin, justru malah dinikmati oleh orang yang kaya.

"Kalau kita bisa menghilangkan inclusion error yang ada dalam subsidi dan kompensasi, kita bisa menghemat menurut perkiraan kami itu sekitar Rp170–200 triliun," katanya pula.

Ia menambahkan, tugas pemerintah dan DPR adalah mendorong bagaimana inclusion error ini dihilangkan, atau dikurangi secara signifikan kalau tidak bisa dihilangkan sama sekali.

"Saya kira kita harus melakukan skema subsidi bersifat tertutup atau diintegrasikan dengan data sosial ekonomi yang terbaru," ujarnya lagi.

Baca juga: Prasasti melihat peluang pemerintah sesuaikan harga pertamax

Baca juga: Legislator: Pemerintah tetap beri intervensi terhadap BBM nonsubsidi

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya