Deklarasi Pesantrenku Aman, Gus Yahya Tegaskan Pentingnya Menjaga Pesantren dari Kekerasan

4 jam yang lalu 7

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyoroti potensi berbagai bentuk kekerasan yang dapat muncul di lingkungan pesantren. Menurutnya, PBNU telah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut selama lebih dari dua tahun terakhir.


Gus Yahya menegaskan bahwa pesantren merupakan warisan tradisi yang sangat berharga karena tidak hanya melahirkan kader, kiai, dan ulama, tetapi juga membangun fondasi peradaban yang penting bagi bangsa dan negara.


"Pesantren adalah warisan tradisi yang luar biasa berharga bagi kita," katanya dalam acara Doa Bersama dan Deklarasi Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (2/6/2026).


Gus Yahya menjelaskan bahwa pesantren selama ini berhasil menanamkan nilai-nilai luhur yang kemudian berkembang menjadi bagian dari peradaban pesantren. Salah satu nilai tersebut adalah keikhlasan.


"Kalau di masyarakat-masyarakat yang lain, mungkin soal ikhlas masih dibicarakan hanya sebagai wawasan tentang akhlak pribadi. Di lingkungan pesantren-pesantren kita, kita bisa menandai bahwa ikhlas itu sudah menjadi salah satu elemen peradabannya," jelasnya.


Ia menilai, tumbuhnya budaya keikhlasan di pesantren tidak terlepas dari kuatnya tradisi wasilah atau hubungan spiritual antara santri dan guru. Melalui tradisi tersebut, para santri belajar menanamkan keikhlasan melalui penghormatan dan pengabdian kepada guru.


"Ikhlasnya itu ikhlas kepada guru, nanti gurunya yang menyambungkan sampai kepada Allah. Namun, hal itu sudah menjadi nilai yang tertanam dan menjadi fondasi peradaban di pesantren," sambungnya.


Karena peran dan nilainya yang begitu besar, Gus Yahya menegaskan bahwa pesantren merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa. Menurutnya, keberadaan pesantren kemudian memperoleh bentuk kelembagaan yang lebih luas melalui pendirian Nahdlatul Ulama.


"Jam'iyyah Nahdlatul Ulama pada hakikatnya didirikan sebagai perwujudan kelembagaan dari kehadiran pesantren sebagai fondasi peradaban kita," katanya.


Meski demikian, Gus Yahya mengingatkan bahwa masyarakat terus mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Karena itu, berbagai perubahan sosial yang terjadi perlu dicermati secara serius agar tidak menimbulkan dampak negatif, termasuk di lingkungan pesantren.


"Zaman menghadirkan berbagai perubahan di dalam masyarakat yang dampaknya sangat mendalam, dan semua itu harus kita pikirkan," terangnya.


Dalam kesempatan tersebut juga dibacakan Deklarasi Pesantrenku Aman oleh Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas KH M Wafiyul Ahdi Amanullah. Deklarasi itu memuat lima komitmen untuk memperkuat perlindungan dan keamanan santri di lingkungan pesantren.


Lima poin komitmen tersebut meliputi:

  1. Menguatkan sistem pengasuhan berbasis kemaslahatan santri.
  2. Menetapkan kebijakan dan mekanisme perlindungan santri.
  3. Membentuk Satgas Pesantren Aman.
  4. Menyediakan lingkungan, infrastruktur, dan saluran pengaduan yang aman.
  5. Membangun partisipasi dan budaya Pesantren Aman.
Baca Artikel Selengkapnya