Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia

3 jam yang lalu 1

Bekasi, NU Online

Imbas kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur hingga hari ini mencapai 106 orang, dengan rincian 16 jiwa dinyatakan meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.


Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa jumlah korban meninggal bertambah setelah menjalani perawatan di ICU RSUD Kota Bekasi.


"Pasiennya kalau secara umum sudah membaik, tinggal yang di ICU tiga orang. Tiga orang, dan yang satu sudah meninggal, tinggal dua orang lagi, tapi mudah-mudahan bisa sembuh," ujarnya usai menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi pada Rabu (29/4/2026).


Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi juga mengatakan bahwa dari total korban yang mengalami luka-luka sebanyak 38 orang sudah pulang ke rumah masing-masing.


“Harapan kami bahwa sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga,” ujarnya di Stasiun Bekasi Timur.


Dudy menjabarkan fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan bagi para korban, antara lain RSUD Bekasi, RS Polri Kramat Jati, RS Mitra Plumbon, Rumah Sakit Primaya Bekasi Timur, Rumah Sakit Hermina Bekasi, Rumah Sakit Bella Bekasi, Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur dan Cikarang, Rumah Sakit Bhakti Kartini, Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat, Rumah Sakit Lira Medika Karawang, serta Rumah Sakit MMC Kuningan.


Senada, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa korban yang mengalami luka-luka terus berkurang setelah mendapatkan izin pulang dari dokter.


“Dilaporkan juga siang ini ada persiapan beberapa orang lagi yang akan pulang,” ucapnya.


Bobby menegaskan bahwa biaya pengobatan korban kecelakaan, baik korban meninggal dunia maupun korban luka ringan hingga berat, ditanggung penuh oleh pemerintah.


“Yang paling penting pemerintah tidak lepas tangan,” ujarnya.


Ia mengatakan bahwa asuransi kesehatan telah ditangani langsung oleh pihak Jasa Raharja sejak hari pertama kecelakaan.


“Jasa Raharja sejak hari pertama sudah terlibat mendata dan mekanismenya akan dilaksanakan oleh Jasa Raharja,” tuturnya.


Bobby menegaskan bahwa pemerintah akan menangani seluruh korban hingga pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.


“Semua korban sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, baik dari sisi rumah sakit maupun asuransi,” kata Bobby.

Baca Artikel Selengkapnya