Data Sinergitama Jaya perluas pasar layanan digital ke ASEAN

2 minggu yang lalu 16

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi PT Data Sinergitama Jaya Tbk atau Elitery memperluas pasar layanan digital ke kawasan ASEAN dengan mengandalkan pengembangan komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), layanan teknologi terkelola, serta keamanan siber.

Perluasan pasar diarahkan diantaranya ke Malaysia sebagai salah satu pijakan untuk meningkatkan jangkauan bisnis perusahaan Indonesia di pasar regional.

Direktur Utama Elitery, Kresna Adiprawira dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, mengatakan ekspansi regional perlu dibarengi dengan penguatan tata kelola, struktur keuangan, strategi investasi, serta jejaring bisnis internasional supaya perseroan mampu bertumbuh secara berkelanjutan.

“Kebutuhan itu semakin relevan ketika perusahaan mulai mengarahkan pengembangan usaha ke Malaysia dan kawasan ASEAN sebagai tahapan menuju pasar yang lebih luas,” ujar Kresna.

Ia melanjutkan, langkah itu menunjukkan bahwa penguatan daya saing industri teknologi nasional tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan dan menguasai teknologi, namun juga kapasitas perusahaan untuk membawa layanan digital Indonesia memasuki pasar lintas negara

“Pengembangan pasar regional juga membuka peluang bagi perusahaan teknologi nasional untuk meningkatkan skala usaha dan memperoleh sumber pertumbuhan baru di luar pasar domestik,” ujar Kresna.

Seiring dengan itu, menurutnya, ekspansi lintas negara membutuhkan kesiapan yang lebih luas karena perusahaan harus memiliki struktur permodalan yang memadai, pengelolaan risiko, tata kelola, serta kemampuan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pasar tujuan.

Dari sisi keuangan, Elitery mencatatkan total aset senilai Rp303 miliar per kuartal II 2026 atau tumbuh 2,25 persen year to date (ytd) dibandingkan posisi akhir 2025, dengan total liabilitas turun 8,59 persen (ytd) menjadi Rp127 miliar, sedangkan ekuitas tumbuh 11,75 persen (ytd) menjadi Rp176 miliar.

Kemudian, rasio lancar (current ratio) perseroan tumbuh menjadi 1,54 kali per kuartal II 2026, sementara rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) turun menjadi 0,72 kali.

“Perbaikan likuiditas dan struktur permodalan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung bagi perusahaan dalam memasuki tahap pengembangan usaha berikutnya, termasuk rencana memperluas jangkauan layanan di kawasan ASEAN,” ujar Kresna.

Dari sisi tata kelola, perseroan terus memperkuat diantaranya melalui perubahan susunan dewan komisaris yaitu menyetujui pengangkatan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Komisaris, dan Meidyah Indreswari sebagai Komisaris Independen.

Sandiaga juga akan memimpin Strategic Advisory Council yang berfungsi memberikan masukan strategis terkait investasi, pengembangan bisnis internasional, dan sektor keuangan.

Sementara Meidyah telah memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam bidang audit, pengawasan keuangan negara, dan manajemen risiko, termasuk pengalaman di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Semangat pembinaan itu kini hadir secara formal memperkuat disiplin, tata kelola, serta pengalaman dan jejaring di bidang investasi dan keuangan," ujar Kresna.

Komisaris Elitery, Sandiaga Uno mengatakan perusahaan teknologi nasional memiliki peluang untuk mengembangkan kompetensi pada teknologi yang semakin dibutuhkan dalam proses transformasi digital.

"Saya selalu antusias mengikuti perkembangan teknologi seperti AI, cloud, dan keamanan siber, dan bangga melihat anak bangsa menguasai bidang-bidang ini," ujar Sandiaga.

Ia menjelaskan, Strategic Advisory Council akan diarahkan untuk membantu perusahaan merumuskan strategi investasi, memperluas jangkauan bisnis internasional, serta membuka peluang pengembangan bisnis teknologi di sektor keuangan.

Baca juga: Indosat & Arsari Group rilis perusahaan jalan tol digital berbasis AI

Baca juga: Perusahaan Taiwan lihat Indonesia sebagai pasar potensial AI kesehatan

Baca juga: Kemkomdigi: Regulasi harus jadi katalis pertumbuhan ekonomi digital

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya